Eksistensi Seni Wayang Krucil Di Sanggar Budaya Jatisari sebagai Media Ruwatan dan Warisan Budaya Lokal

Authors

  • Muhammad Aldi Pratama Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Heru Budiono Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Sigit Widiatmoko Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/k6gfh980

Keywords:

Wayang Krucil, ruwatan, Sanggar Budaya Jatisari, warisan budaya lokal

Abstract

This study is motivated by the continued existence of Wayang Krucil at Sanggar Budaya Jatisari as a traditional performance art, a medium of ruwatan ritual, and a form of local cultural heritage in Kediri. The study aims to describe the symbolic meaning of Wayang Krucil performances, the procession and function of ruwatan, preservation challenges, and strategies for maintaining its existence. This research employed a qualitative approach with a historical research design. Data were collected through observation, interviews with puppeteers and cultural actors, literature study, and documentation of performances and ruwatan processions. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by validity checks covering credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings show that Wayang Krucil contains symbolic meanings related to moral teachings, life balance, safety, and the relationship between society and ancestral culture. In ruwatan, Wayang Krucil functions as a medium of prayer, symbolic purification, value education, and social solidarity. Its existence is maintained through performances, youth training, the role of the cultural studio, and community support. However, modernization, limited regeneration, restricted funding, and lack of performance opportunities remain major challenges. Therefore, collaboration among the studio, community, educational institutions, and local government is essential

References

Afandi, Z., Wiratama, N. S., Widiatmoko, S., Sasmita, G. G., & Rahma, S. (2025). Internalisasi Nilai Cerita Bubuksah–Gagangaking melalui Lawatan Sejarah Goa Selomangleng untuk MGMP Sejarah MA Kabupaten Nganjuk. Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 77-92.

Alkeneza, G., Widiatmoko, S., & Budiono, H. (2026). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DALAM MATERI KONEKTIVITAS ANTARRUANG KELAS VII SMP PAWYATAN DAHA 1 KEDIRI. PADMA, 6(1), 702-711.

Andarisma, Y. Y., Budiono, H., & Budianto, A. (2021). Analisis Nilai-Nilai Penokohan Dewi Sekartaji dalam Cerita Panji. SEMDIKJAR, 1587–1597.

Anggoro, B. (2018). Wayang dan seni pertunjukan: Kajian sejarah perkembangan seni wayang di tanah Jawa sebagai seni pertunjukan dan dakwah. Jurnal Sejarah Peradaban Islam.

Aryani, N. A. A. D., Wiratama, N. S., & Budiono, H. (2025). Pemikiran Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ): PEMIKIRAN ANALISIS PRAKTIK KEAGAMAAN SERTA PENGARUHNYA DI KABUPATEN KEDIRI. SEMDIKJAR, 8, 335–342.

Breliana, S. A. P., Budiono, H., & Widiatmoko, S. (2023). Simbolisme Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa di Kabupaten Kediri. SEMDIKJAR, 6, 662–671.

Budianto, A., Wiratama, N. S., Budiono, H., Yatmin, Y., & Putra, R. P. (2025). Digitalisasi Media Informasi Wisatawan di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk Menuju Wisata Berkelanjutan. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 1(2), 49–60. https://doi.org/10.64465/jepm.v1i2.60

Budiono, H., & Awaludin, A. F. (2017). Perkembangan historiografi buku teks sejarah di Indonesia masa Orde Baru hingga Reformasi. 36–43.

Darmoko. (2002). Ruwatan: Upacara pembebasan malapetaka tinjauan sosiokultural masyarakat Jawa. Jurnal Makara, Sosial Humaniora.

Fikri, M. K., Budiono, H., Afandi, Z., & Sasmita, G. G. (2025). Masjid Al-Alawi Sebagai Titik Balik Berdirinya Pondok Pesantren Dan Penyebaran Islam Di Kediri. Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran Ke-8, 8, 78–89.

Fitriana, P. D., Widiatmoko, S., & Budiono, H. (n.d.). Tradisi Megengan Dalam Mempertahankan Kearifan Lokal Di Desa Kranding Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. 680–686.

Herawati, V. R., Budianto, A., & Budiono, H. (2022). Dampak Sosial Ekonomi Ritual Larung Sesaji Di Kawah Gunung Kelud Terhadap Masyarakat Setempat. Semdikjar 5, 212–220. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/download/194 1/1286/6063

Herningsih. (2022). Implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dalam pelestarian budaya. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/1992%0A https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/download/199 2/1336

Ibrohim, A. R. A. M., Budianto, A., & Budiono, H. (2025, July). Pengembangan Media Poster pada Materi Penjelajahan Samudera, Kolonialisme, dan Imperialisme Di Indonesia. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 8, pp. 361-371).

Irawanto, R. (2021). Wayang Krucil as identity of Kejawen community. International Journal of Humanities, Literature & Art, 11–19.

Koentjaraningrat. (1989). Anthropology.

Malo, A., Budianto, A., & Widiatmoko, S. (2023). Kepercayaan Dan Tradisi Penguburan Jenazah Di Masyarakat Kampung Manola Kabupaten Sumba Barat Daya. Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran, 6, 533–543. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/3785%0A sigitwidiatmoko@unpkediri.ac.id3.

Mariani, L. (2016). Ritus ruwatan Murwakala di Surakarta. Journal of Anthropology, 43–55.

Mathias, R. R., Budiono, H., & Widiatmoko, S. (2025). Eksistensi Wayang Timplong Ditinjau Dari Proses Pembuatan Wayang Timplong Di Nganjuk. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 8, 95–100.

Muhimatus Shofiyani, dkk. (2025). Makna sosial dan spiritual tradisi Bakar Batu dalam masyarakat Papua.

Murianto, L., Masyudi, N. N. A., Yulendra, L., Suprianto, A., & Mahdani. (2020). Pengelolaan Sanggar Wayang Samapte Desa Pringgarata. Jurnal Mataram, 41–48.

Nanda, R. A. E., Budianto, A., & Budiono, H. (2022). Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Tanon , Kecamatan Papar , Kabupaten Kediri , Sebagai Wujud Bangsa yang Berbhineka. SEMDIKJAR, 5, 732–738.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV Harva Creative.

Nurgiyantoro, B. (2011). Wayang dan pengembangan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter.

Permana, R. A., Budiono, H., & Wiratama, N. S. (2024). Kesenian, Tradisi, dan Pola Ritual Masyarakat Adat Banceuy Kabupaten Subang Jawa Barat. JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 4(2), 53–64. https://doi.org/10.22437/jejak.v4i2.36468

Pratama, I. W., Widiatmoko, S., & Budiono, H. (2025). Studi Tentang Sejarah MayJen Prof. Dr. Moestopo Tokoh Kemerdekaan Dari Desa Ngadiluwih, Kediri. SEMDIKJAR, 8, 1308–1314.

Pratama, K. W., Sasmita, G. G., & Sasmita, W. (2025, July). Peran Guru Kelas Dalam Memotivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Era Generasi Alpha. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 8, pp. 2132-2143).

Putra, K. K., Budiono, H., & Budianto, A. (2022). Pelestarian Industri Kerajinan Gamelan Mustika Laras Di Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. SEMDIKJAR, 5, 699–70

Reksosusilo, S. (2006). Ruwatan dalam budaya Jawa. Studia Philosophica et Theologica, 32–53.

Rianto, J. (2013). Eksistensi Sanggar Seni Pedalangan Ngesti Budhaya Karanganyar dalam pengembangan seni tradisi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 43–51.

Rudi, I. (2018). Wayang krucil Panji identitas ideologi kultural masyarakat Jawa Timur. Nuansa Journal of Arts and Design, 94–102.

Sasmita, G. G., Susilo, J. S., Widiatmoko, S., Budiono, H., Wiratama, N. S., Afandi, Z., & Budianto, A. (2025). Identifikasi Konsep Integritas Diri dalam Relief Arjunawiwāha Candi Surawana untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 4, 646–674.

Sasmita, G. G., Wiratama, N. S., Budianto, A., Widiatmoko, S., Budiono, H., Yatmin, & Afandi, Z. (2024). Pengembangan Program Pendidikan Sejarah Berbasis Kepariwisataan Sejarah melalui Program Magang Museum dan Studi Observasi. Semdkjar 7, 7, 129–143.

Sasmita, G. G., Wiratama, N. S., Budiantoa, A., Widiatmoko, S., Budiono, H., & Afandi, Z. (2024, August). Pengembangan program pendidikan Sejarah berbasis kepariwisataan sejarah melalui program Magang Museum dan studi observasi. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 7, pp. 129-143).

Simuru, dkk. (2025). Kebijakan publik dalam pelestarian budaya lokal di Indonesia.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susilo, J. S., Sumarwoto, M. I. Z. I., & Sasmita, G. G. (2025, July). Pelestarian Tradisi Manusuk Sīma dalam Studi Komparasi antara Prasasti dan Prosesi Hari Jadi Nganjuk. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 8, pp. 690-699).

Widianto, A., Wiratama, N. S., & Widiatmoko, S. (2024). Sejarah Perkembangan Makanan Nasi Jagung Sedudo Khas Sawahan di Kabupaten Nganjuk. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 7, 270–283. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/

Widiatmoko, S., Budiono, H., Wiratama, N. S., & Sasmita, G. G. (2023). K Kajian Deskripsi Semiotika Pada Pakaian Khas Kediri. PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 8(1), 81–97. https://doi.org/10.29407/pn.v8i1.18861

Widiatmoko, S., Rusliawati, E., & Ghufar, A. M. (2026). Revitalisasi kelompok seni Wayang Golek di Desa Medalsari Kabupaten Karawang berbasis pemberdayaan pemuda. Jurnal Empati, 10–19.

Wiratama, N. S., Afandi, Z., Budiono, H., Budianto, A., Widiatmoko, S., Yatmin, Y., ... & Putra, A. M. (2025). Digitalisasi Metode Penelitian Sejarah bagi Guru MGMP Sejarah SMA dan SMK Kabupaten Nganjuk. JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA, 3(1), 113-123.

Wiratama, N. S., Afandi, Z., Budiono, H., Widiatmoko, S., Budianto, A., Sasmita, G. G., ... & Sumarwoto, M. I. Z. I. (2023). Pendampingan Pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Untuk MGMP Sejarah SMA Kabupaten Kediri. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(1), 51-61.

Wiratama, N. S., Santosa, Y. B. P., Setiyonugroho, P., Widiatmoko, S., Ashriana, K., & Rahma, S. (2025). Pelestarian Warisan Budaya Candi Tegowangi Melalui Edukasi Visual: Pembuatan Leaflet Informatif Bagi Masyarakat Kediri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(2), 137–149. https://doi.org/10.29407/dimastara.v4i2.26397

Yuwono, A. T., Budianto, A., Widiatmoko, S., Yatmin, Budiono, H., Afandi, Z., & Braake, G. ter. (2026). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BRUMBUNG, KABUPATEN KEDIRI, MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN DAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA. Abdi Makarti, 5(1), 31–44.

Zuhri, M. S., Budiono, H., & Afandi, Z. (2022). Sejarah Pura Penataran Agung Kilisuci Sebagai Identitas Umat Hindu Di Kota Kediri. Prosiding SEMDIKJAR, 5, 848–855. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/download/241 8/1499

Downloads

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Eksistensi Seni Wayang Krucil Di Sanggar Budaya Jatisari sebagai Media Ruwatan dan Warisan Budaya Lokal. (2026). Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 9, 105-118. https://doi.org/10.29407/k6gfh980

Similar Articles

1-10 of 106

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2