Meta Analisis Nilai Moral dan Sosial Pada Kesenian Barongan Sebagai Media Literasi Budaya untuk Mewujudkan Generasi Pancasila Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Nindy Dewi Iryanto Universitas Nusantara PGRI Kediri

Keywords:

seni barongan, sumber belajar literasi budaya, nilai moral, nilai sosial, generasi pancasila

Abstract

Beragamnya kebudayaan di Indonesia menjadi salah satu keindahan dan ciri Indonesia salah satunya adalah kesenian barongan, seni khas daerah yang berkembang di Jawa dan Bali. Kesenian daerah merupakah salah satu warisan seni budaya yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat dan mempunyai arti penting.  Salah satunya sebagai nilai budaya, nilai pendidikan atau edukasi, nilai kepercayaan dan sebagai hiburan. Nilai-nilai dan sifat inilah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar, terutama dalam rangka pembentukan karakter atau kepribadian yang harmonis. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan metode mendeskripsikan suatu kejadian secara nyata. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai sumber belajar yang disampaikan sebagai media belajar, sehingga akan mempermudah dalam memahaminya serta sebagai media literasi budaya untuk mewujudkan generasi pancasila siswa sekolah dasar Selain hal itu diperoleh  juga bahwa 1) Kesenian barongan mengandung pesan moral kejujuran dan kepatuhan, 2) Kesenian barongan mengandung pesan sosial meniru, gotong-royong dan berbagi. makna-makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam seni barongan dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah ataupun literasi budaya, terutama dalam rangka membentuk karakter atau kepribadian peserta didik hingga terwujudnya generasi peserta diri dengan profil pelajar pancasila.

References

Achmad A Kasim, 2. (2022). Teater tadisional di Indonesia. Jakarta: Sub Direktorat Seni Teater dan Sastra.

Agustin, N., & Firmansah, M. L. H. (2018). Memahami Nilai Moral dan Sosial dalam Kesenian Barongan sebagai Pertunjukkan yang Layak Ditonton Anak Usia Dini. 7(1), 69-74.

Anjasuari, T., Sumadi, K., & Widana, I. K. A.;. (2017). Pertunjukan Tari Barong sebagai Atraksi Wisata di Desa Pakraman Kedewatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. IHDN Denpasar.

Ciptiningsih, C., & Indriyanto, I. (2017). Nilai Moral Pertunjukan Barongan Risang Guntur Seto Blora. Jurnal Seni Tari, 6(1).

Dewi, A. P. (2016). Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata). 26(3), 222-233.

Haerudin, D. (2012). Mengkaji Nilai–Nilai Moral Melalui Karya Sastra. Makalah. FPBS: Universitas Pendidikan Indonesia.

Holt, C. (1997). Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. . Bandung: Art Line.

Hurlock, E. (2002). Psikologi Perkembangan:Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: Erlangga.

K., Karyono, S., Slamet, Tubagus Mulyadi. (2015). Model Pertunjukan Barongan Anak sebagai Transmisi Budaya Daerah. (A. Rusputranto, Penyunt.) Arcintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 7(1).

Kebudayaan, D. P. (1993). Deskripsi Kesenian Barongan Semarang. Semarang: Proyek Pembinaan Kesenian Jawa Tengah.

Koentjarningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Kusmayati, A.M. Hermien. (2018). Fungsi Seni Pertunjukkan bagi Pembangunan Moral Bangsa. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan: BPNB D.I.Yogyakarta.

Murni, E. S., Rohidi, T. R., & Syarif, M. I. (2016). Topeng Seni Barongan di Kendayakan Tegal: Ekspresi Simbolik Budaya Masyarakat Pesisiran. Catharsis Journal Of Arts Education, 5(2), 150-159.

Puspita, D.R, Nurhadi, & Liestyasari. (2017). Upaya Pelestarian Kesenian Barongan di Kecamatan Cepu Studi Fenomenologi Tiga Paguyuban Barongan di Kecamatan Cepu Kabupaten Blitar. 10-20.

Rohendi, T. (2000). Kesenian Pendekatan Kebudayaan. Bandung: STSI Bandung.

Rokayah. (2009). Kesenian Barongan Jawa Tengah. Semarang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah.

Sedarmayanti. (2014). Membangun & Mengembangkan Kebudayaan & Industri Pariwisata. Bandung: Refika Aditama.

Soedarsono, R. (1999). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud.

Soeprapto. (2012). Sosiologi Hukum. In: Pengertian Dasar Sosiologi Hukum, Ruang Lingkup, dan Aspek-aspek Hukum. Universitas Terbuka, Jakarta, pp.

Suryajaya, Philip And Meiranto, Wahyu . (2015). Pengaruh Norma Sosial Dan Faktor-Faktor Demografi terhadap Kepatuhan Pajak Studi Kasus pada Para Pendeta di Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Sujarwa, Ilmu Sosial Dasar & Budaya Dasar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), Hlm. 229-230

Syaiful, M, Bayu, A, Purwandi, A dkk. (2015). Jagat Osing: Seni, Tradisi & Kearifan Lokal Osing. Direktorat Jenderal Kebudayaan: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Reepublik Indonesia.

Tjetjep Rohendi, 2000. Kesenian Pendekatan Kebudayaan. Bandung : STSi Bandung.

Tumanggor, R. (2014). Ilmu sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Wahyudi, Ayu Titis Rukmana Sari, A. M. Q. (2021). Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Kerajinan Seni Barongan Di Desa Kalikejambon. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 4. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.29407/ja.v4i2.15590

Widowati, C. (2013). Hukum Sebagai Norma Sosial Memiliki Sifat Mewajibkan (Adil atau Jurnal Hukum. Jakarta Timur: Fakultas Hukum Universitas Yarsi.

Downloads

Published

2022-08-07

How to Cite

Iryanto, N. D. . (2022). Meta Analisis Nilai Moral dan Sosial Pada Kesenian Barongan Sebagai Media Literasi Budaya untuk Mewujudkan Generasi Pancasila Siswa Sekolah Dasar. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 5, 1099–1116. Retrieved from https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/2440

Issue

Section

Articles