Abstract
Rendahnya harga diri pada remaja seringkali berakar dari tekanan akademis, interaksi sosial, dan semua faktor yang dapat memengaruhi pemaknaan. Salah satu pendekatan yang mungkin untuk mengatasi masalah ini adalah intervensi non-farmakologis berupa terapi storytelling. Bercerita memperkuat kepercayaan diri dan menumbuhkan makna hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan makna hidup pada remaja dengan Harga Diri Rendah (HDR) sebelum dan sesudah terapi storytelling di MA Raudlatut Thalabah Kolak Wonorejo Kabupaten Kediri. Subyek adalah 3 siswa kelas 10 berusia 16 tahun di MA Raudlatut Thalabah Kolak Wonorejo Kabupaten Kediri. HDR diukur menggunakan Skala Harga Diri Rosenberg, dan makna hidup dinilai menggunakan Kuesioner Makna Hidup (MLQ). Analisis data bersifat deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian sebelum intervensi, 3 subyek tingkat makna hidup dalam kategori rendah, Sdri. A pada hari pertama dengan nilai 25, pada hari kedua 23, hari ketiga dengan nilai 20. Sdri. S pada hari pertama memperoleh nilai 26, pada hari kedua 26, hari ketiga dengan nilai 25. Sdri. N pada hari pertama hasil nilai nya 29, hari kedua dan ketiga dengan nilai 30. Sesudah intervensi, kondisi mereka membaik, dan mereka memperlihatkan perubahan dengan skor tingkat makna hidup sedang sampai tinggi Sdri. A pada hari pertama adalah 40, pada hari kedua 49, hari ketiga 53. Sdri. S pada hari pertama 51, hari kedua 55 dan hari ketiga 60. Sedangkan Sdri. N pada hari pertama 30, pada hari kedua 50 kategori, hari ketiga 55. Studi ini merekomendasikan penerapan terapi storytelling sebagai salah satu alternatif intervensi non-farmakologis untuk menumbuhkan makna hidup.
References
Fauzi, M.I. and Ulita, N. (2022) ‘Tinjauan Visual Storytelling pada Film Pendek sebagai Gerakan Kampanye Kesadaran terhadap Kesehatan Mental pada Remaja’, de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice, 2(1), p. 6. Available at: https://doi.org/10.37312/de-lite.v2i1.5767.
Jupyantari, P., Dewi Norratri, E., Utami, N., & Áisyiyah Surakarta, U. (2023). Penerapan Terapi Story Telling Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Anak Prasekolah Di Bangsal Anggrek Rsud Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. https://journal-mandiracendikia.com/jikmc
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/Profil-Kesehatan -Indonesia-2020.
Moni Kuntari, & Sri Nyumirah. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Tn.N Dengan Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah. Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan, 3(1), 26–40. https://doi.org/10.36971/ keperawatan.v3i1.59
Rizqi Khalaliyah, Nopi Nur Khasanah and Kurnia Wijayanti (2025) ‘Pengaruh Bermain Terapeutik Storytelling Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar terhadap Tingkat Kecemasan Anak Hospitalisasi’, Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 3(4), pp. 149–162. Available at: https://doi.org/10.55606/termometer.v3i4.5488.
Pratiwi, M.E. et al. (2022) ‘Pengalaman Terkait Strategi Koping Perempuan Dengan Hiv/Aids Yang Terlibat Dalam Program Menulis Ekspresif’, Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 5(2), p. 68. Available at: https://doi.org/10.29103/jpt.v5i2.10424.
Sirait, A.C.M. and Tjandra, O. (2023) ‘Pola Penggunaan Antidepresan pada Pasien Gangguan Mental di RS TNI AL Dr. Mintohardjo Jakarta Periode 2020’, eJournal Kedokteran Indonesia, p. 8. Available at: https://doi.org/ 10.23886/ejki.11.202.8.
Wijayati, F., Nasir, T., Hadi, I., & Akhmad, A. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Harga Diri Rendah Pasien Gangguan Jiwa. Health Information : Jurnal Penelitian, 12(2), 224–235. https://doi.org/10.36990/hijp.v12i2.234
Zengo, L. (2024). Storytelling in the Digital Age: How It Came to be and what should or Should Not Be Done. Interdisciplinary Academic and Research Journal, 4(4), 531–560. https://doi.org/10.60027/iarj.2024.276875

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 RAHMA AULIA ASMAUL HUSNA, Norma Risnasari, Dhian Ika Prihananto
