PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT SUMBA TIMUR

Authors

  • Yesrel Lingga Hamba Banju Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Heru Budiono Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Sigit Widiatmoko Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/q2hjgn95

Keywords:

perempuan penenun, , pelestarian budaya, tenun ikat, Sumba Timur

Abstract

East Sumba ikat weaving is a cultural heritage of high aesthetic, spiritual, and economic value, yet its sustainability is threatened by weakening regeneration of women weavers and broader socio-economic change. This study aims to describe the roles women play in the production, knowledge transmission, and marketing of ikat weaving, to identify the challenges faced by women artisans in preserving the tradition, and to formulate strategies for strengthening women's contribution to its sustainability. The study used a qualitative descriptive approach conducted in Prailiu Village, East Sumba Regency, with informants purposively selected from a gallery manager, a woman weaver, and a traditional leader.   The findings show that women play a dominant role in thread preparation, motif tying, natural dyeing, weaving, the transmission of skills and cultural meaning, and marketing through galleries, markets, exhibitions, tourism, and social media. Challenges include declining interest among the younger generation, lengthy production time, high material costs, market uncertainty, competition from factory-made textiles and motif imitation, and women's double burden. The recommended preservation strategy is collaborative, involving early regeneration, strengthening weaver groups, motif documentation, digital marketing, tourism partnerships, and legal protection of traditional motifs.

References

Anggriandy, C., Risal, G. A., Valerie, G., Tjahyadi, N. L., Putri, V. W., Somawiharja, Y., & Tanzil, M. Y. (2022). Penerapan elemen hubungan harmonisasi alam khas tenun Sumba pada desain motif tekstil.

Herlina, Y. (2021). Pengembangan dan kreativitas desain tenun ikat batik Paradila. Bunga Rampai Kajian Seni Budaya Ragam Perspektif, 136.

Hida, Y. D., Rada, Y., & Malo, R. M. I. (2023). Perancangan aplikasi pengenalan motif tenun ikat Sumba Timur berbasis android dengan metode system development life cycle. Hello World: Jurnal Ilmu Komputer, 2(3), 129–136.

Inayah, A. U., Safitri, A., Rusliawan, S., Saajidah, N., & Nasehudin, N. (2025). Makna simbolik dan fungsi sosial upacara adat Dayak Losarang dalam konteks sosial budaya masyarakat Indramayu. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 2493–2504.

Januardi, A., Moad, M., Reza, M., Kusumajaya, U. E., Nur, S., Nawawi, N., & Dwiyana, E. (2025). Tenun Lunggi dan resiliensi perempuan Sambas: Strategi life-long learning dalam menjaga warisan budaya. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 320–326.

Jawa, A. M., & Iriani, A. (2023). Basis pengetahuan nilai-nilai kain tenun Sumba dengan model SECI dan convolutional neural network. AITI, 20(1), 1–15.

Kolimon, M. L. Y., Sjion, A. E., Ena, Z., Biaf, M. N., & Damaledo, E. S. A. (2025). Pemberdayaan perempuan penenun dalam upaya pelestarian budaya tenun di Kampung Bonen, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pemberdayaan Perempuan, 6(1), 287–297.

Mccullagh, R. R. (2023). Refleksi pengembangan UMKM kain tenun Sumba Timur. Dalam Membangun UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia Timur (hlm. 159).

Ningsih, Y. (2023). Kontribusi Kelompok Pedan Puhun Gere dalam melestarikan budaya tenun ikat dan tantangan untuk keberlanjutannya [Laporan penelitian].

Nugroho, H. (2020). Pengertian motif batik dan filosofinya.

Rato, D. (2021). Realisme hukum: Peradilan adat dalam perspektif keadilan sosial. Jurnal Kajian Pembaruan Hukum, 1(2), 285–308.

Rimbawati, P. R. N. (2023). Perempuan dan ekonomi kreatif tenun: Perspektif gender. Penerbit BRIN.

Tobu, S., Duka, Y. H., Nono, A. L., & Prasetyo, J. A. (2024). Tenun ikat Sumba Timur: Kesetaraan gender dalam pelestarian warisan budaya. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 7(2), 82–96.

Untono, S. A. (2025). Perlindungan hukum atas klaim kain tenun Sumba Timur sebagai motif seni wilayah lain. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 23(2), 168–175.

Utami, K. J., & Saksono, H. (2024). Inovasi, literasi digital, dan pendekatan pemasaran: Upaya pengembangan kapasitas perempuan penenun di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 7.

Widiana, A., Hadiwidjaja, G., Sapulette, M., & Simarmata, E. (2023). Membangun UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia Timur. Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Wulandari, R., Ramahdan, G., Kiska, G. H., & Adella, P. (2024). UMKM kebudayaan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi: Peluang, tantangan, dan strategi pengembangan. AbdiMasya: Hira Institute, 2(2), 76–82.

Downloads

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT SUMBA TIMUR . (2026). Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 9, 42-52. https://doi.org/10.29407/q2hjgn95

Similar Articles

21-30 of 96

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>