Hubungan Personal Hygiene Dan Budaya Pantangan Makanan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Operasi Sectio Caesarea Di Rs DKT Kediri Tahun 2025
PDF

Keywords

personal hygiene
budaya pantangan makanan
proses penyembuhan luka operasi sectio caesarea

How to Cite

[1]
“Hubungan Personal Hygiene Dan Budaya Pantangan Makanan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Operasi Sectio Caesarea Di Rs DKT Kediri Tahun 2025”, Seinkesjar, vol. 5, no. 1, pp. 95–103, Sep. 2025, doi: 10.29407/xt0f6a66.

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan medis yang menyisakan luka operasi yang memerlukan perawatan optimal. Proses penyembuhan luka dapat dipengaruhi oleh faktor personal hygiene dan budaya pantangan makanan yang masih banyak diterapkan oleh ibu nifas di Indonesia.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara personal hygiene dan budaya pantangan makanan terhadap proses penyembuhan luka operasi sectio caesarea pada ibu nifas di RS DKT Kediri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas post sectio caesarea yang menjalani perawatan di RS DKT Kediri. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 106 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Temuan / Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dengan penyembuhan luka (p = 0,000) dan antara budaya pantangan makanan dengan penyembuhan luka (p = 0,000). Responden dengan personal hygiene baik dan tidak melakukan pantangan makanan memiliki kecenderungan penyembuhan luka lebih cepat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara personal hygiene dan budaya pantangan makanan dengan proses penyembuhan luka operasi sectio caesarea. Edukasi tentang pentingnya kebersihan diri dan pemenuhan nutrisi pasca operasi sangat diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka

PDF

References

Mulyani, S., & Kusumawati, D. (2020). Hubungan Kebersihan Luka dengan Infeksi pada Pasien Setelah Operasi SC. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15(2), 112-118

Handayani, P., & Hamidah, S. (2024). Pengaruh Mobilisasi, Nutrisi dan Hygiene Luka Terhadap Penyembuhan Luka Fase Poliferasi Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today, 3(2), 77. https://doi.org/10.30587/ijmt.v3i2.7726

Pakaya rizkia indri, R. Djunaid rhein, H. R. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT DI KOTA GORONTALO. 03(3101962), 113–123.

Sumaryati. (2018). Hubungan Mobilisasi Dini dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Sectio Caecarea di Bangsal Mawar RSUD Temanggung. 1(1), 20–28.

Widiarti, A., & Novita, A. (2024). Hubungan Obesitas, Pantang Makan dan Mobilisasi Dini dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Hari Ke 7. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(3), 682–689. https://doi.org/10.53801/sjki.v3i3.200

World Health Organization. (2020). *Health Promotion: A Global Perspective*. Retrieved from [WHO website](https://www.who.int).

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Ismawati, Mulazimah, Eko Sri Wulaningtyas