Abstract
Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan mayor yang sering menimbulkan nyeri pasca operasi. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat membantu mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini. Nyeri yang tidak ditangani secara optimal dapat memperlambat pemulihan ibu nifas. Berdasarkan data di RS DKT Kota Kediri tahun 2025, sebanyak 87,2% persalinan dilakukan melalui sectio caesarea, dan sebagian besar ibu mengeluhkan nyeri pasca operasi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara mobilisasi dini dengan tingkat nyeri luka pada ibu post sectio caesarea di RS DKT Kota Kediri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 39 ibu post sectio caesarea yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Temuan/Hasil: Hampir sebagian responden yang melakukan mobilisasi dini mengalami penurunan nyeri ke kategori ringan (71,8%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini dengan nyeri luka pada ibu post sectio caesarea. Mobilisasi dini dapat dijadikan intervensi non farmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri pasca operasi.
References
Ginting, M. A., et al. (2024). Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Caesar. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 56–64.
Khaironnisa, R., Diah, N. L., & Dwi, A. M. (2023). Efektivitas Mobilisasi Dini terhadap Nyeri Pasca Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Kebidanan Indonesia, 9(2), 101–107.
Novita, D., & Annisa, A. (2024). Mobilisasi Dini dan Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea. Surabaya: Penerbit Medika.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Aulia Alin Al Azhari, Eko Sri Wulaningtyas, Mulazimah
