Abstract
Pola asuh orang tua berperan penting dalam pembentukan perilaku makan, kebersihan, dan pemenuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat pola asuh orang tua pada balita yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel terdiri 50 orang tua yang memiliki anak usia 24–59 bulan yang mengalami stunting, data dikumpulkan melalui kuesioner. Penelitian dilakukan di 5 posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sukorame pada tanggal 2 – 14 Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh paling dominan diterapkan adalah demokratis (46%), dengan mayoritas anak mengalami stunting ringan (72%) dan sisanya stunting berat (28%). Pola asuh otoriter seluruhnya didapatkan stunting berat, sedangkan pola asuh abai dan permisif paling banyak didapatkan stunting berat. Pola asuh demokratis secara teori dianggap ideal karena melibatkan komunikasi dua arah dan pengasuhan yang penuh kasih sayang. Namun dalam praktiknya, belum tentu efektif jika tidak dibarengi dengan pengetahuan gizi, pengawasan konsumsi makanan, dan kepatuhan terhadap pemantauan tumbuh kembang anak. Hal ini menegaskan kualitas pengasuhan tidak hanya ditentukan oleh gaya, tetapi juga oleh substansi dan literasi gizi orang tua. Edukasi dari puskesmas untuk orang tua mengenai pola asuh yang tepat penting untuk terus ditingkatkan dan dibarengi dengan perbaikan lingkungan, gizi, pelayanan kesehatan yang mudah diakses, terutama di wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
References
Astuti, Y., & Lestari, P. (2020). Pengaruh Pola Asuh Demokratis terhadap Status Gizi Anak Balita. Jurnal Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, 4(2), 78–84.
Fadilah, S. N., & Suryani, N. (2021). Hubungan Pola Asuh Permisif dengan Kualitas Konsumsi Makanan Anak Prasekolah. Jurnal Kesehatan Anak, 3(1), 30–36.
Irawan, H., & Fatimah, S. (2021). Pola Asuh Abai dan Dampaknya terhadap Status Gizi Anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, 9(2), 88–95.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. Jakarta: Kemenkes RI.
Pertiwi, D., & Hendrati, N. (2023). Evaluasi Capaian Target Stunting di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 11(2), 145–152.
Pratiwi, D. F., & Andriani, Y. (2020). Hubungan Pola Asuh Permisif dengan Status Gizi Balita. Jurnal Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, 5(1), 45–52.
Pratiwi, R., Sulastri, I., & Yuniarti, E. (2021). Hubungan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 3(2), 12–19.
Rahmah, R. A., & Hidayat, A. (2023). Peran Pola Asuh Demokratis terhadap Pencegahan Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 12(1), 22–28.
Rahmah, R. A., & Hidayat, A. (2023). Peran Pola Asuh Demokratis terhadap Pencegahan Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 12(1), 22–28.
Sari, R. M., Rahman, F., & Yuliana, D. (2022). Dampak Pola Asuh Otoriter terhadap Kesehatan Mental dan Status Gizi Anak. Jurnal Psikologi Kesehatan Anak, 4(1), 33–41.
Sari, R. M., Rahman, F., & Yuliana, D. (2022). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 8(1), 35–40.
Sonia, D. M., & Apsari, A. M. (2020). Pengaruh Pola Asuh Demokratis terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 101–108.
World Health Organization. (2023). Child Growth Standards. Retrieved from https://www.who.int
Wulandari, S., & Nuraini, T. (2022). Pola Asuh Orang Tua dan Kaitannya dengan Kejadian Stunting di Daerah Perkotaan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 15–21.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Dinar Permata, Siti Aizah, Susi Erna Wati
