Abstract
Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis yang cukup tinggi prevalensinya di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Kediri. Kondisi ini dapat membawa dampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak, terlebih jika terjadi selama periode krusial yaitu 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting adalah riwayat pola konsumsi makanan yang tidak optimal, seperti rendahnya asupan protein dan lemak. Tujuan Penelitian : Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menggambarkan riwayat pemberian nutrisi pada balita yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling, menghasilkan total 76 responden sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan dalam kurun waktu 2 hingga 13 Juni 2025 melalui kuesioner terstruktur. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 61,8% balita memperoleh ASI eksklusif, 59,2% memiliki frekuensi makan sesuai anjuran umur, dan 61,8% menerima variasi makanan yang cukup. Secara keseluruhan, distribusi riwayat pemberian nutrisi menunjukkan bahwa 40,79% balita memiliki status baik, 51,32% cukup, dan 7,89% tergolong kurang. Kesimpulan: Stunting ditemukan pada balita di semua kategori riwayat nutrisi, baik, cukup, maupun kurang. Peneliti berasumsi bahwa terpenuhinya asupan gizi belum cukup menjamin optimalnya pertumbuhan anak, sebab faktor lain seperti penyakit infeksi dan kondisi lingkungan juga turut memicu terjadinya stunting.Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan pemerintah dalam merancang program edukasi serta upaya pencegahan yang lebih menyeluruh untuk menurunkan angka stunting.
References
Amalika, L. S., Mulyaningsih, H., & Purwanto, E. (2023). Eksplorasi Pola Pemberian Makan Balita Stunting dan Balita Non Stunting berdasarkan Perspektif Sosio-kultural di Desa Legung Barat. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 9(2), 209–220. https://doi.org/10.23887/jiis.v9i2.71402
Ariati, L. I. P. (2019). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan. OKSITOSIN: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 28–37. https://doi.org/10.35316/oksitosin.v6i1.341
Ariesta, R., Andini, K. P., & Wati, P. (2023). Jurnal Obstretika Scientia. Jurnal Obstetrika Sciencia, 5(2), 114–129.
Kelurahan, D., Kota, P., Lutfiasari, D., Awatiszahro, A., & Nikmah, A. N. (2024). Optimalisasi Gizi Balita Melalui Edukasi Dan Pemberian PMT Sehat. 5(4), 2356–2362.
Kuswanti, I., & Khairani Azzahra, S. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 15–22. https://doi.org/10.36419/jki.v13i1.560
Picauly, I., Sakke Tira, D., & Pellokila, M. (2023). Pentingnya Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, Dan Aman Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 4(1), 9–17. https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v4i1.235
Suciawati, S., & Wulandari, S. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review Tinjauan Pustaka Tujuan Penelitian. Jurnal Kebidanan, 10(2), 1–6.
Rahmawati, D., Agustin, L., Sari, A. N., Nur, T., Indonesia, U. S., & Keperawatan, F. (2024). The Relationship Between Feeding Patterns and the Incidence, 13(1), 81–87.
Vitriasari, Puspitaningrum, Purwanti, & Dewi. (2023). Pola Pemberian Makan Berhubungan Dengan Stunting. Seminar Nasional Kebidanan, stunting, 2.
Wijayanti, E. T., Risnasari, N., & Aizah, S. (2022). Pengenalan Skrining Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Berbasis Guru PAUD di TK Al Fath Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(1), 99–105. https://doi.org/10.29407/ja.v6i1.15897
World Health Organization (WHO). (2021). Nutrition Landscape Information System (NLiS) – stunting. Diakses dari https://www.who.int
World Health Organization (WHO). (2023). Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Mandasari Crisda Lulu, Aizah Siti
