PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN EKSKRETA AYAM <i>BROILER</i> TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT ODOT <i>(Pennisetum purpureum </i>cv<i>. Mott)</i>
PDF

Keywords

rumput odot
pupuk urea
ekskreta ayam broiler
pertumbuhan vegetatif
DMRT

How to Cite

[1]
“PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN EKSKRETA AYAM BROILER TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott)”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 358–365, Oct. 2026, doi: 10.29407/pmvagx25.

Abstract

Ketersediaan hijauan berkualitas menjadi kunci keberhasilan usaha peternakan ruminansia, namun budidaya rumput odot pada tanah tropis sering terkendala rendahnya unsur hara makro sehingga produktivitas hijauan tidak optimal. Pemupukan yang memadukan sumber hara anorganik dan organik diduga mampu mengatasi kendala tersebut, tetapi data mengenai kombinasi pupuk urea dan ekskreta ayam broiler masih terbatas. Mengetahui pengaruh pemberian dosis tunggal ekskreta ayam broiler, dosis tunggal pupuk urea, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan vegetatif rumput odot. Penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan (12 petak berukuran 1,5 x 1,5 m) dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Perlakuan meliputi P0 (tanpa pemupukan), P1 (ekskreta ayam broiler 6 kg/petak), P2 (urea 60 g/petak), dan P3 (ekskreta 6 kg + urea 60 g/petak). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah anakan pada umur 60 hari setelah tanam (HST), didukung analisis hara tanah di laboratorium. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Pemupukan berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter. Nilai tertinggi dicapai perlakuan P3 (tinggi tanaman 110,00 cm; lebar daun 3,60 cm; jumlah anakan 29,33 buah/rumpun) dan terendah pada P0, sedangkan urea tunggal (P2) nyata lebih baik daripada ekskreta tunggal (P1). Kombinasi ekskreta ayam broiler dan pupuk urea merupakan formulasi pemupukan terbaik bagi pertumbuhan vegetatif rumput odot dan direkomendasikan bagi peternak, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah unggas. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan parameter produksi biomassa dan kualitas nutrisi hijauan

PDF

References

Daru, T. P., Kurniadinata, O. F., & Patandean, Y. N. (2019). Pengaruh dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap produksi rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Jurnal Pertanian Terpadu, 7(1), 38–46. https://doi.org/10.36084/jpt..v7i1.181

Daryatmo, J., Mubarokah, W. W., & Budiyanto, B. (2019). Pengaruh pupuk urea terhadap produksi dan pertumbuhan rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis, 9(2), 62–66. https://doi.org/10.30862/jipvet.v9i2.63

Ginting, J. (2022). Pemanfaatan pupuk urea dalam meningkatkan produksi rumput hijauan pakan ternak. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan, 5(1), 18–25. https://doi.org/10.25047/jipt.v5i1.3209

Khairul, O., Marpaung, B., & Sinaga, K. (2024). Optimalisasi pertumbuhan rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) melalui pemberian pupuk kandang dengan media tanah yang ditambahkan MOL. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(3), 921–928. https://doi.org/10.53625/jirk.v4i3.8284

Nastiti, H. P., & Pangestuti, H. T. (2022). Pengaruh pupuk cair mikroorganisme lokal (MOL) terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Pennisetum purpureum cv. Mott. Jurnal Nukleus Peternakan, 9(2), 168–175. https://doi.org/10.35508/nukleus.v9i2.7422

Sada, S. M., Koten, B. B., Ndoen, B., Paga, A., Toe, P., Wea, R., & Ariyanto. (2018). Pengaruh interval waktu pemberian pupuk organik cair berbahan baku keong mas terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan Pennisetum purpureum cv. Mott. Jurnal Ilmiah Inovasi, 18(1), 42–47. https://doi.org/10.25047/jii.v18i1.846

Sandiah, N., Zulkarnain, D., Arnawan, P. A., Asminaya, N. S., & Sani, L. O. A. (2023). Kualitas Pennisetum purpureum cv. Mott diberi pupuk kandang berbeda. Jurnal Peternakan Lokal, 5(1), 24–32. https://doi.org/10.33772/jpl.v5i1.34711

Suri, Y. (2021). Pengaruh kombinasi teh kompos berbahan dasar ekskreta ayam dan biochar berbahan dasar sufmuti (Chromolaena odorata L.) terhadap pertumbuhan dan produksi rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Journal of Animal Science, 6(2), 26–31. https://doi.org/10.32938/ja.v6i2.1359

Syaefullah, B. L., Labatar, S. C., & Putri, S. A. (2024). Respon pertumbuhan rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang diberi pupuk bokashi kotoran ayam broiler dengan dosis yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 437–443. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1126

Utomo, B., Nurfitriani, R. A., Setiawan, D., Ningsih, N., & Yulinarsari, A. P. (2025). Growth and nutrient content of odot grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) under different organic fertilizer applications. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 8(2), 85–95. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2025.008.02.5

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Zera Rafli Aditya Syah Putra, Anifiatiningrum Anifiatiningrum, Erna Yuniati