Pemanfaatan Kotoran Kambing Etawa Sebagai Pupuk Organik Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan
PDF

Keywords

Kambing Etawa
pupuk organik
pertanian berkelanjutan
limbah ternak

How to Cite

[1]
“Pemanfaatan Kotoran Kambing Etawa Sebagai Pupuk Organik Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 85–89, Oct. 2026, doi: 10.29407/413qte16.

Abstract

Pemanfaatan limbah ternak yang belum optimal masih menjadi permasalahan dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan. Kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal memiliki potensi sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis. Kambing Etawa merupakan salah satu plasma nutfah ternak lokal yang tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga limbah berupa kotoran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kambing Etawa dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik di Desa Putukrejo, Kabupaten Nganjuk. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di 86 Goat Farm yang memiliki populasi 35 ekor kambing Etawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran kambing Etawa dimanfaatkan melalui proses pengeringan dan fermentasi sebelum diaplikasikan pada lahan pertanian. Penggunaan pupuk organik dari kotoran kambing terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menekan biaya produksi pertanian. Selain itu, integrasi antara peternakan kambing Etawa dan sektor pertanian menciptakan sistem pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan kotoran kambing Etawa sebagai pupuk organik berkontribusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

PDF

References

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Statistik peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Navianti, D., Suyatno, A., & Prasetyo, B.. (2023). Pemanfaatan kotoran kambing Etawa sebagai bahan baku kompos untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Jurnal Peternakan Indonesia, 25(2), 112–120.

Rahmaningtyas, A. S., Putri, P. Y., Kuroma, A. J. A., Yeiputa, G. C., Santika, N. W., & Lestariningsih. (2022). Optimalisasi tingkat pengetahuan pengolahan pupuk bokashi granule peternak mandiri kambing Etawa di Desa Selokajang Kabupaten Blitar. JPPNu (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Nusantara), 4(2), 190–197.

Verma, S., Singh, R., & Kumar, P.. (2020). Organic manure and sustainable agriculture: A review. International Journal of Agricultural Sciences, 12(3), 45–53.

Sodiq, A., & Abidin, Z.. (2018). Meningkatkan produksi kambing peranakan Etawa. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Haryanto, B., & Djajanegara, A.. (2020). Integrasi tanaman dan ternak sebagai model pertanian berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 39(1), 15–24.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Pedoman pengembangan pertanian ramah lingkungan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Utomo, B., & Widjaja, E.. (2021). Pengaruh pupuk organik dari kotoran ternak terhadap kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(3), 275–283.

Setiadi, B.. (2019). Pelestarian plasma nutfah ternak lokal sebagai sumber daya genetik nasional. Jurnal Wartazoa, 29(4), 185–194

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Eka Annas Wahyu Prasetyo, Muhammad Argia Sakafirmansah, Hendik Hermansyah, Ardina Tanjungsari