Pemanfaatan Dedak Padi Sebagai Pakan Lokal DalamMendukung Plasma Nutfah Ayam Kampung
PDF

Keywords

Ayam Kampung
Dedak padi
Pakan Lokal
Plasma Nutfah
Fermentasi Dedak Padi

How to Cite

[1]
“Pemanfaatan Dedak Padi Sebagai Pakan Lokal DalamMendukung Plasma Nutfah Ayam Kampung”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 113–119, Oct. 2026, doi: 10.29407/9q5j4b70.

Abstract

Ayam kampung merupakan salah satu plasma nutfah ternak lokal Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik serta nilai ekonomi yang tinggi. Namun, keberadaan ayam kampung saat ini menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan persaingan dengan ayam ras komersial yang memiliki produktivitas lebih tinggi. Kondisi tersebut mendorong perlunya pemanfaatan bahan pakan lokal yang murah, mudah diperoleh, dan tetap memiliki nilai nutrisi yang baik. Salah satu bahan pakan lokal yang berpotensi dimanfaatkan adalah dedak padi, yaitu hasil samping penggilingan padi yang tersedia melimpah di daerah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan dedak padi sebagai pakan lokal dalam mendukung produktivitas serta pelestarian plasma nutfah ayam kampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara. Data diperoleh dari berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, serta wawancara dengan peternak ayam kampung mengenai penggunaan dedak padi dalam ransum ternak. Hasil kajian menunjukkan bahwa dedak padi memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun ransum ayam kampung untuk menekan biaya pakan, meningkatkan efisiensi penggunaan ransum, serta mendukung pertumbuhan ternak. Pengolahan melalui fermentasi juga dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan daya cerna dedak padi. Dengan demikian, pemanfaatan dedak padi sebagai pakan lokal dapat menjadi alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas ayam kampung sekaligus menjaga kelestarian plasma nutfah ternak lokal Indonesia.

PDF

References

Bidura, I. G. N. G. (2016). Bahan pakan ternak. Denpasar, Indonesia: Udayana University Press.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Statistik peternakan dan kesehatan hewan 2023. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Juliyanti, S. Z. (2022). Analisis biaya bahan pakan lokal sebagai ransum ayam broiler. 10(1), 30–43.

Kusmanto, D., & Agustin, C. (2021). Fermentasi bekatul sebagai pakan alternatif ayam kampung di Yayasan Seraphine Sleman Yogyakarta. SENDIMAS, 6(1), 155–159.

Murtidjo, B. A. (2018). Pedoman meramu pakan unggas. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

National Research Council. (1994). Nutrient requirements of poultry (9th rev. ed.). Washington, DC: National Academy Press.

Ridla, M., Adjie, R. H. N., Ansor, S., Jayanegara, A., & Martin, R. S. H. (2023). Korelasi sifat fisik dan kandungan nutrien dedak padi. Jurnal Peternakan, 20(1), 1–8.

Saelan, E., Utami, S., & Salim, M. A. (2023). Performa ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) dengan penambahan dedak fermentasi dalam ransum. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan, 11(1), 7–12.

Suprijatna, E., Atmomarsono, U., & Kartasudjana, R. (2008). *Ilmu dasar ternak unggas. Jakarta, Indonesia: Penebar Swadaya.

Trisiwi, H. F. (2017). Respon kinerja perteluran ayam kampung super betina terhadap level protein pakan pada masa pertumbuhan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1), 83–93.

Wahju, J. (2004). Ilmu nutrisi unggas. Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press.

Widjastuti, T. (2017). Penggunaan dedak padi dalam ransum unggas dan pengaruhnya terhadap performa produksi. *Jurnal Ilmu Ternak, 17(1), 25–32.

Yuwanta, T. (2004). Dasar ternak unggas. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Elsa Septiana Agustin, Dimas Yoga Fardhana, Khulafaur Rasyidin, Ardina Tanjungsari