HUBUNGAN USIA IBU DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN KEJADIAN <i>ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT TK. IV KOTA KEDIRI</i>
PDF

Keywords

asfiksia neonatorum
usia bayi
berat badan lahir
bayi baru lahir

How to Cite

[1]
“HUBUNGAN USIA IBU DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT TK. IV KOTA KEDIRI”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 523–529, Oct. 2026, doi: 10.29407/seinkesjar.v6i1.10782.

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2023 terjadi sekitar 2,3 juta kematian bayi baru lahir di dunia. Di Indonesia, pada tahun 2023 tercatat 12.779 kematian bayi, dimana 80,4% terjadi pada bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum sebagai salah satu penyebab utamanya setelah bayi berat lahir rendah (Kementerian Kesehatan RI, 2024). Berdasarkan data rekam medis Rumah Sakit Tk. IV Kota Kediri tahun 2025, terdapat 6,25% bayi baru lahir mengalami asfiksia neonatorum. Metode Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 300 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik total sampling be rdasarkan data rekam medis di Rumah Sakit Tk. IV Kota Kediri. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Sebagian besar ibu berusia 20–35 tahun (84,7%), sebagian besar bayi memiliki berat badan lahir 2.500–4.000 gram (81,0%), dan mayoritas bayi tidak mengalami Asfiksia Neonatorum (86,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian Asfiksia Neonatorum (p=0,000) dan antara berat badan lahir bayi dengan kejadian Asfiksia Neonatorum (p=0,002). Usia ibu dan berat badan lahir bayi berhubungan secara signifikan dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Tk. IV Kota Kediri. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya deteksi dini pada kehamilan berisiko serta pemantauan pertumbuhan janin dan kondisi bayi baru lahir untuk menurunkan risiko terjadinya Asfiksia Neonatorum.

PDF

References

Ango, D., Harismayanti and Sudirman, A.N.A. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Kejadian Asfiksia Di Ruang Nicu Rsud Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(1), pp. 147–158. Available at: https://doi.org/10.55606/jurrikes.v2i1.971.

Apriani, N., & Azizah, A. N. (2026). Hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan Asfiksia Neonatorum. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 9(1), 79–86.

Dinda Ango, dkk (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Asfiksia di Ruang NICU RSUD Prof. Dr. H. Aloel Saboe. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES); Vol 2 No.1; E-ISSN:2828-9374; P-ISSN: 2828-9366, Hal 147-158 https://prin.or.id

Febriyanti, G. D., Triana, N. Y., & Wirakhmi, I. N. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir diRumah Sakit Hermina Purwokerto. Seminar Nasional Penelitian DanPengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Purwokerto, 649–660.

Heriani, H. and Camelia, R. (2022). Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 14(1), pp. 116–122. Available at: https://doi.org/10.36729/bi.v14i1.818.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mulyani, T.S. et al. (2024). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rsud Pameungpeuk Tahun 2024. Stikesdhb, 230, pp. 167–186.

Nawa, L. R., Tat, F., & Marla Nahak, M. P. (2022). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. 6(1), 18–33

Razak, A., & Adisasmita, A. C. (2020). Berat badan lahir rendah menurut karakteristik ibu di Indonesia: Analisis data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 4(1), 21–30. https://doi.org/10.7454/epidkes.v4i1.3518

Sari, G., Murdiningsih, M., & Indriani, P. L. N. (2024). Hubungan usia ibu, ketuban pecah dini, dan paritas dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 14(2), 143–153.

Sumantia, L., Ayatullah, A., & Jannah, N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kota Bima. Yahya Bima: The Scientific Journal Health (TSJH), 1(2), 74–84.

Sirait, A., Gagah, D. and Nesta, R. (2022). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 13(1), pp. 269–274. Available at: https://doi.org/10.37776/zked.v13i1.1146.

Techane, M.A. et al. (2022) ‘The effect of gestational age, low birth weight and parity on birth asphyxia among neonates in sub-Saharan Africa: systematic review and metaanalysis: 2021’, Italian Journal of Pediatrics, 48(1), pp. 1–13. Available at: https://doi.org/10.1186/s13052-022-01307-5

Tunggal, T., Khresna Dewi, V., Wulandari, & Yulia Sari, S. (2022). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Asfiksia Neonatorum (Risk Factors Associatedwith Neonatal Asphyxia). Journal Of Midwifery And Reproduction, 5(2), 58–65.

Wijayanti, D., Rahmawati, S., & Prasetyo, B. (2025). Hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Cilacap. Jurnal Kebidanan Indonesia.

World Health Organization. (2024). Every newborn action plan: Progress report 2024. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Newborn mortality. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborns-reducing-mortality

World Health Organization, & United Nations Children's Fund. (2024). Levels and trends in child mortality: Report 2024. New York: UNICEF.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Amilia Febrianti, Eko Sri Wulaningtyas, Ardina Rezky Noeraini