Hubungan Status Gravida Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Preeklamsia Pada Ibu  Hamil Di Rumah Sakit DKT Kota Kediri
PDF

Keywords

Aktivitas fisik
Status gravida
Preeklamsia
Ibu hamil

How to Cite

[1]
“Hubungan Status Gravida Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Preeklamsia Pada Ibu  Hamil Di Rumah Sakit DKT Kota Kediri”, Seinkesjar, vol. 5, no. 1, pp. 84–88, Sep. 2025, doi: 10.29407/xd5fep57.

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu hamil. Salah satu faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kejadian preeklamsia adalah status gravida dan tingkat aktivitas fisik selama kehamilan. Aktivitas fisik yang kurang dan riwayat kehamilan berisiko diduga dapat meningkatkan peluang terjadinya preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan status gravida dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS DKT Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan preeklamsia di RS DKT Kediri sebanyak 44 responden, yang diambil dengan teknik total sampling. Data aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner GPAQ, sedangkan data status gravida dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan preeklamsia memiliki aktivitas fisik kurang (68,2%) dan merupakan multigravida (63,6%). Sebagian besar kasus preeklamsia yang ditemukan adalah preeklamsia ringan (79,5%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian preeklamsia (p = 1.000) maupun antara status gravida dengan kejadian preeklamsia (p = 0,257). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan status gravida dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS DKT Kediri. Penelitian ini merekomendasikan edukasi aktivitas fisik aman bagi ibu hamil, penerapan pedoman di layanan antenatal, serta penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan variabel tambahan untuk memperkaya analisis faktor risiko preeklamsia.

PDF

References

Amalina, N. (2022). Jurnal Voice Of Midwifery. 12, 8–23.

Fuad, M., Fachrozi, A., Indriani, M. A. Y., & Mundijo, T. (2023). Hubungan Status Gravida Dan Kehamilan Multipel Dengan Derajat Keparahan Preeklampsia. 1(3), 143–149.

Indrayanti, M. E., & Triyawati, L. (2023). Faktor Risiko Preeklamsia. Penerbit Kbm Indonesia.

Marufa, S. A., Rahmawati, N. A., Ramdini, H., & Wailisa, R. A. (2022). Peningkatan Aktivitas Fisik Berupa Edukasi Dan Pendampingan Senam Hamil Di Desa Ngenep. Martabe : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 968–978.

Pradiantini, K. H. Y. (2022). Hubungan Status Gravida Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Rawat Inap Di Rsud Kabupaten Buleleng Tahun 2018. Universitas Pendidikan Ganesha.

Rahman, A. A. N. F., M. Hamsah, Mulya, R. H., Andi Mappaware, N., & Andi Adil. (2023). Hubungan Status Gravida Ibu Dengan Kejadian Preeklampsia Dan Eklampsia. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(7), 471–477. Https://Doi.Org/10.33096/Fmj.V3i7.261

Resky Devi Akib, Chandra Ariani Saputri, Kassaming, Aryana, S. W. (2024). Hubungan Preeklampsia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsud Kh Hayyung Kab. Kepulauan Selayar Tahun 2023. 16(1), 1–10.

Yanuarini, T. A., & Suwoyo, J. T. (2020). Hubungan Status Gravida Dengan Kejadian Preeklampsia The Correlation Between Gravida Status With The Incidence Of Preeklampsia. J Kebidanan, 9(1), 1–6.

Zakiyah, E. (2020). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Terjadinya Preeklamsia Pada Ibu Di Kabupaten Sukoharjo. Indonesian Journal On Medical Science, 7(1).

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Alfiana Nurul Va’iza*, Dhewi Nurahmawati, Eko Sri Wulaningtyas