Digitalisasi Karawitan: Strategi Pembuatan Media Sosial Tiktok dan Instagram untuk Pelestarian Seni di Kelurahan Betet
Main Article Content
Abstract
Karawitan merupakan salah satu warisan budaya nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, dan estetika tinggi. Namun, seiring perkembangan zaman dan tingkatnya globalisasi, minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap seni karawitan semakin menurun. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang inovatif dalam melestarikan dan mempromosikan seni ini agar tetap dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi platform digital, khususnya TikTok dan Instagram, dalam memperkenalkan serta meningkatkan apresiasi terhadap seni karawitan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Kelurahan Betet, Kota Kediri. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat membantu meningkatkan visibilitas seni karawitan melalui berbagai konten kreatif seperti video pendek, siaran langsung, serta unggahan edukatif. TikTok menjadi platform yang efektif dalam menyebarluaskan pertunjukan gamelan dengan pendekatan yang lebih modern dan interaktif, sementara Instagram berfungsi dalam membangun citra dan dokumentasi seni karawitan secara lebih profesional. Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pelestarian budaya memberikan dampak positif bagi keberlanjutan seni karawitan. Dengan strategi yang tepat, media sosial tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya yang dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
How to Cite
References
Bintang, A. A., Rahmadhani, A. A., & Siti, M. A. (2024). Upaya Digitalisasi Paguyuban Seni Karawitan “ Sekar Arum ” Menggunakan Sosial Media Instagram Sebagai Sarana Promosi Kepada Kalangan Remaja Milenial. NCCE, 281–286.
Kristanto, A. (2020). Urgensi Kearifan Lokal Melalui Musik Gamelan Dalam Konteks Pendidikan Seni Di Era 4.0. Musikolastika: Journal of Musical Performance and Education, 2(1), 51–58.
Kusuma, K. A., & Haryanto, T. (2022). Karawitan Composition “Catra Patra” Komposisi Karawitan “Catra Patra.” GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(1), 1–8.
Ningrum, et. all. (2024). Penerapan Media Sosial Untuk Meningkatkan Eksistensi Budaya Karawitan Di Dusun Kanoman Yogyakarta. Jurnal Abdi Insani, 9(September), 1909–1915.
Prasetyo, H., Irawati, N., & Satriawati, Z. (2023). Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Pemasaran Desa Wisata. Jurnal Ideaspublishing, 9(2), 515–522. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i2.1281
Riwayatiningsih, R., Putri, M. G. N. W., & Delmehira, G. A. (2024). Pelestarian Seni Pecut Guna Mewariskan Kesenian Pecut Samandiman MelaluiPertunjukan. NCCE, 147–153.
Romadhan, M. W., Roihana, P., & Nurnayla, F. (2024). Peran Media Digital sebagai Strategi Perencanaan Pertunjukan Seni Karawitan : Studi Kasus di Sanggar Karawitan Sekar Dewi Banyumas. Jurnal Interaksi Sosiologi, 4(1), 32–45.
Rumi, J. (2018). Merespons Era Digital Melalui Kekreatifan Dalam Pembelajaran Kesenian Tradisional: Potensi Dan Posisi Media Sosial. Seminar Akademik “Pendidikan Seni Untuk Generasi Milenial” Pascasarjana Pendidikan Seni UNNES, April.
Setyawan, A. D. (2017). Karawitan Jawa Sebagai Media Belajar dan MediaKomunikasi Sosial. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 3(2), 78–82.
Zuniananta, L. E. (2021). Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi Informasi Di Perpustakaan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 10(4), 37–42.