Analisis Pengaruh Penambahan Katalis Feldspar 5% dan 10% Terhadap Suhu Leleh Limbah Kaca
pdf

Keywords

feldspar
kaca
katalis
titik leleh

How to Cite

Analisis Pengaruh Penambahan Katalis Feldspar 5% dan 10% Terhadap Suhu Leleh Limbah Kaca. (2020). Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi), 4(3), 247-254. https://doi.org/10.29407/inotek.v4i3.95

Abstract

Kaca  merupakan  bahan  yang  dibuat  dari  silika  (SiO2).  Campuran  batu  pasir  dengan  fluks  yang menghasilkan  kekentalan  dan  titik  leleh  yang  tidak  terlalu  tinggi,  untuk  kemudian  dicampur  lagi  dengan  bahan stabilisator  supaya  kuat.  Limbah  kaca  yang  terdapat  pada  industri  kaca  memiliki  titik  leleh  yang  sangat  tinggi mencapai 1200°C sampai 1400°C. Dilihat dari unsur-unsurnya, feldspar mengandung bahan fluks (Na2O atau K2O), alumina (Al2O3)   dan silika (SiO2) yang  sangat penting dalam industri kimia seperti industri kaca atau industri keramikdan berguna sebagai pelebur yang baik. Oleh karena itu proses katalis feldspar dibutuhkan dalam pelelehan limbah kaca untuk membantu mempercepat laju reaksi dan menurunkan titik leleh pada limbah kaca.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk  meneliti  pengaruh  katalis  feldspar  dengan  persentase  5%  dan  10%  terhadap  perubahan  titik  leleh limbah kaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah feldspar. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui katalis feldspar dalam menurunkan titik leleh pada kaca. Hasil penelitian menunjukan  katalis feldspar 5% dan 10% dalam pelelehan limbah kaca tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap suhu leleh pada limbah kaca. Sehingga perlu ada penelitian lain yang bisa menemukan katalis  yang  lebih optimal untuk menurunkan titik leleh limbah kaca.

pdf

References

Hasan, S. (1982). Ensiklopedia Indonesia: Edisi Khusus. Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve.

Hastuti, L. S. S., & Pristiwati, E. (2016). Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Bahan Baku Produk Perhiasan. In Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah (Vol. 23, Issue 1, pp. 18–22). https://doi.org/10.22322/DKB.V23I1.989.G853

Prabowo, H. (2018). Penyelidikan Kelayakan Kimia Dan Penyebaran Cadangan Pasir Besi Daerah Tiku Kabupaten Agam Untuk Bahan Baku Semen Pada Pt. Semen Padang. EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA, 19(1), 39–42. https://doi.org/10.24036/eksakta/vol19-iss1/121

Rima, J. (2019). Natrium Karbonat: Termodinamika dan Transport Ion. Jurnal FMIPA UNP, 6(2), 32.

Mongkolkachit, C., Wanakitti, S., & Aungkavattana, P. (2010). Investigation of Extruded Porous Alumina for High Temperature Construction. Materials Technology, 20(3), 123–125.

Uhlmann, D. R., & Kreidl, N. J. (1992). Optical properties of glass.

Kementerian Perindustrian. (2016). Industri Kaca. http://www.kemenperin.go.id/artikel/755/Industri-Kaca-RI-Berpotensi-Jadi-Pemain-Dunia

Kristy, D. P., Zainul, R., Kunci, K., Silikat, N., & Ion, T. (2018). Analisis Molekuler dan Transpor Ion Natrium Silikat Sintesis Sifat. https://doi.org/https://doi.org/10.31227/osf.io/8ac4m

Keenan, C. W., Kleinfelter, D. C., & Wood, J. H. (1984). Ilmu Kimia untuk Universitas Edisi Keenam. Terjemahan Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Erlangga. Jakarta. Hal.

Buku, K. (n.d.). Koleksi Buku 1999 Bahan galian industri/Sukandarrumidi.

Dewi, M. E. (2018). Pengaruh Penambahan Material Feldspar Terhadap Kualitas Keramik Gerabah. Universitas Lampung.

Suyatno, A. (2010). Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar dengan Radiator sebagai upaya

Meningkatkan Kinerja Mesin Bensin. Agus Suyatno, 2(2), 23–27.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cet. Ke-12. Jakarta. Rineka Cipta.

Sugiyono, S. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&b. bandung. Indonesia: Alfabeta.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM dan SPSS. In aplikasi analisis multivariate dengan program ibm spss 19 (p. 113).

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  1. Copyright on any article is retained by the author(s).
  2. The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
  3. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
  4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
  5. The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License