Abstract
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan status gizi, baik berupa gizi lebih maupun gizi kurang. Data Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri menunjukkan jumlah pasien diabetes mellitus sebanyak 561 orang pada tahun 2024 dan 436 orang pada tahun 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, termasuk kondisi status gizi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh pada pasien diabetes mellitus di Poli Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 50 responden. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian dihitung berdasarkan Indeks Massa Tubuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 responden (32,0%) berada pada kategori gemuk (overweight), 13 responden (26,0%) mengalami obesitas, 12 responden (24,0%) memiliki status gizi normal, 6 responden (12,0%) mengalami kurus ringan, dan 3 responden (6,0%) mengalami kurus berat. Dengan demikian, status gizi responden didominasi oleh kategori gizi lebih. Pemantauan status gizi melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan diabetes mellitus.
References
Askary, I. A., Halim, R., Nasution, H. S., Kalsum, U., & Fitri, A. (2025). Faktor risiko diabetes melitus tipe II pada kelompok umur ≥15 tahun di Provinsi Jambi (analisis data SKI 2023). MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 20(2).
Adinugroho, D. (2023). Proses asuhan gizi terstandar pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan komplikasi. Jurnal Kesehatan Tambusai. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/29572
Arafah, M. N., Kanang, I. L. D., Fattah, N., Julyani, S., & Arifuddin Karim, A. M. Arsana, B. S., Bagiansah, M., Zoraya, S. I., & Azhar, M. B. (2024). Association of body mass index, age, and sex with blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients. Jurnal Biologi Tropis,24(1), 8255. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i1b.8255
Elfiyanti, E., Mudzakkir, M., & Wijayanti, E. T. (2025, September). Gambaran Tingkat Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran (Vol. 5, No. 1, pp. 864-873)
Irawan, A. M. A. (2022). Status gizi, asupan zat gizi makro dan kaitannya dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan. https://www.academia.edu/download/87239751/314.pdf
Sholihah, N. H., Ningrum, D. O., Hafidhoh, H., Aini, R. N., Ristiawati, R., & Rahma, A. (2023). Gambaran pola konsumsi energi dan zat gizi makro penyandang diabetes mellitus tipe 2 usia 35–65 tahun. Ghidza Media Jurnal, 4(2),146–160.
Sukmaningrum, A. H., & Sakufa, A. (2025). Hubungan pola makan dan status gizi terhadap kejadian diabetes mellitus pada usia 30–64 tahun. Enfermeria Ciencia,3(1),11–20.
Sumarni, S., Indrianing, N. E., Pratikwo, S., & Sudirman, S. (2024). Hubungan status gizi (obesitas) sebagai faktor risiko diabetes mellitus dengan kadar gula darah. Jurnal Lintas Keperawatan.
World Health Organization. (2024). Body mass index (BMI) classification and nutritional assessment.
World Health Organization. (2024). Diabetes. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Yunawati, I., Setyawati, Muharramah, Ernalia, Y., & Akhriani, M. (2023). Penilaian status gizi.CV Eureka Media Aksara.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Chaya Surga Wanti, Muhammad Mudzakkir, Endah Tri Wijayanti
