Rekonstruksi Sejarah SMA Negeri 1 Kota Kediri sebagai Cagar Budaya Kota Kediri
DOI:
https://doi.org/10.29407/v3x2pw28Keywords:
historical reconstruction, cultural heritage, SMA Negeri 1 Kediri, history of education, preservationAbstract
SMA Negeri 1 Kota Kediri is a Dutch colonial-era educational building that was officially designated a Cultural Heritage Site of Kediri City in 2023, yet its institutional history has never been documented comprehensively. This study aims to reconstruct the founding history of SMA Negeri 1 Kediri, examine the development of its function and role in the social, educational, and cultural dynamics of Kediri City, identify the historical, architectural, and cultural values underlying its heritage status, and describe the designation process and its implications for the preservation of historical buildings in Kediri. A qualitative descriptive approach was used, with data gathered through field observation, interviews with informants familiar with the building's history, and documentary and literature studies, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with credibility checked through source and technique triangulation. The findings show that the building now used by SMA Negeri 1 Kediri was established around 1924 as a MULO school serving the Kediri Residency, was converted into a Japanese military facility in 1942, served as the headquarters of the People's Security Army and the Brawijaya Division during the revolutionary period, and was reinstated as a senior high school in the 1950s before developing into today's leading school. The building fulfills the three main criteria of Law Number 11 of 2010 on Cultural Heritage: an age exceeding one century, an Indische Empire architectural style that retains roughly eighty percent of its original form, and significant historical, scientific, educational, and cultural value. Its 2023 heritage designation provides legal protection while encouraging stronger documentation, education, and institutional preservation efforts. The study recommends a four-pillar preservation strategy encompassing physical, documentary, value, and institutional preservation, integrated with digital technology.
References
Abdullah, T. (2010). Nasionalisme dan sejarah. Satya Historika.
Aini, N. (2024). Metode penelitian kualitatif dalam kajian sosial dan pendidikan. [Penerbit tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. (2023). Penetapan bangunan sekolah sebagai cagar budaya di Jawa Timur [Laporan kajian].
Budiono, H. (2023). Inventarisasi dan pelestarian cagar budaya di wilayah Kediri. [Nama jurnal tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Terjemahan). Pustaka Pelajar.
Damarjati, I. (2020). Adaptive reuse bangunan pendidikan kolonial di Indonesia. [Nama jurnal tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Pelestarian bangunan sekolah bersejarah di Indonesia [Laporan].
Furnivall, J. S. (2009). Hindia Belanda: Studi tentang ekonomi majemuk (Terjemahan). Freedom Institute.
Gottschalk, L. (2008). Mengerti sejarah (Terjemahan Nugroho Notosusanto). UI Press.
Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Malang. Andi Offset.
Jokilehto, J. (1999). A history of architectural conservation. Butterworth-Heinemann.
Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia Pustaka Utama.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.
Lowenthal, D. (1985). The past is a foreign country. Cambridge University Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mundardjito. (2007). Pertimbangan arkeologis dalam pelestarian cagar budaya. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.
Munjeri, D. (2004). Tangible and intangible heritage: From difference to convergence. Museum International, 56(1–2), 12–20.
Nasution, S. (2011). Sejarah pendidikan Indonesia. Bumi Aksara.
Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Prabowo, B., & Yuuwono, T. (2021). Pelestarian bangunan cagar budaya kolonial di Jawa. [Nama jurnal tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Pratiwi, D., & Rustam, A. (2019). Pelestarian bangunan kolonial sebagai cagar budaya di Jawa Timur. Jurnal Cagar Budaya.
Prayudi, & Salindri, D. (2015). Politik etis dan pendidikan kolonial di Hindia Belanda. [Nama penerbit tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Putri, S. (2022). Nilai edukatif bangunan cagar budaya sebagai media pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah.
Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia modern 1200–2008. Serambi Ilmu Semesta.
Rizal, R. (2022). Rekonstruksi sejarah bangunan kolonial melalui kajian arsip dan wawancara. Historiografi Indonesia.
Santoso, J. (2019). Tantangan pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. [Nama jurnal tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Shiraishi, S. (1997). Zaman bergerak: Radikalisme rakyat di Jawa 1912–1926 (Terjemahan). Pustaka Utama Grafiti.
Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah. Ombak.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Soekmono, R. (1981). Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia. Kanisius.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sultani, & Kristanti, E. (2020). Pendidikan kolonial di kota-kota karesidenan Jawa. [Nama penerbit tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Suryadi, A. (2014). Pendidikan Indonesia menuju 2025. Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (1995). 50 tahun pembangunan pendidikan nasional 1945–1995. Grasindo.
Tosh, J. (2015). The pursuit of history. Routledge.
UNESCO. (2011). Recommendation on the historic urban landscape.
Van Niel, R. (1960). The emergence of the modern Indonesian elite. W. Van Hoeve.
Widja, I. G. (2018). Sejarah lokal suatu perspektif dalam pengajaran sejarah. Angkasa.
Widodo, J. (2020). Konservasi arsitektur kolonial di Indonesia: Perspektif tata kota. [Nama penerbit tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Widyatmoko, B. (2023). Pembelajaran sejarah berbasis tempat (place-based history learning). [Nama jurnal tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Zulfirman, R. (2022). Analisis data kualitatif dalam penelitian sosial. [Penerbit tidak teridentifikasi dari sumber skripsi].
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
