Gambaran Kepatuhan Minum Obat dan Pemenuhan Nutrisi Pada Lansia Dengan Diagnosa Medis CVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri (Deskriptif)
PDF

Keywords

Cerebrovascular Accident
Older aldults
Medication adherence
Nutritional fulfillment
Risk of malnutrition

How to Cite

[1]
“Gambaran Kepatuhan Minum Obat dan Pemenuhan Nutrisi Pada Lansia Dengan Diagnosa Medis CVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri (Deskriptif)”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 494–500, Oct. 2026, doi: 10.29407/k9r2qe33.

Abstract

Cerebrovascular Accident (CVA) merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian pada lansia. Keberhasilan pengelolaan penyakit CVA dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan pemenuhan nutrisi. Ketidakpatuhan terhadap terapi dan pemenuhan nutrisi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko komplikasi, kekambuhan, serta memperlambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan pemenuhan nutrisi pada lansia dengan diagnosa medis CVA di wilayah kerja Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia dengan diagnosa medis CVA. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan minum obat dan Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF) untuk menilai kondisi nutrisi responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan minum obat kategori tinggi sebanyak 16 responden (53,33%), kategori sedang sebanyak 4 responden (13,33%), dan kategori rendah sebanyak 10 responden (33,33%). Berdasarkan hasil penilaian MNA-SF, sebanyak 16 responden (53,33%) berada pada kategori berisiko malnutrisi, sedangkan 14 responden (46,67%) memiliki status gizi normal dan tidak ditemukan responden dengan kategori malnutrisi. Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia dengan diagnosa medis CVA memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi, namun lebih dari separuh responden masih berisiko mengalami malnutrisi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pemantauan secara berkelanjutan mengenai pemenuhan nutrisi serta upaya mempertahankan kepatuhan minum obat guna mendukung proses pemulihan dan mencegah komplikasi pada lansia dengan CVA.

PDF

References

Amalia, L., & Putri, A. A. (2022). Karakteristik klinis dan status nutrisi pada pasien stroke fase akut. Jurnal Neuroanestesi Indonesia, 11(1), 1–6. https://doi.org/10.24244/jni.v11i1.377

Andre, & Dwi Anugrah. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kolaborasi fase rehabilitasi pasien pasca stroke dengan caregiver di Rumah Sakit Stella Maris Makassar [Skripsi]. Program Studi Sarjana Keperawatan dan Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka: Data akurat kebijakan tepat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2024). Statistik kesehatan Provinsi Jawa Timur 2023. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur.https://jatim.bps.go.id/id/publication/2024/06/28/b84be196fc248a9197a53 740/statistik-kesehatan-provinsi-jawa-timur-2023.html

Febyani, W. D., Prihantono, D. I., & Risnasari, N. (2025). Gambaran dukungan keluarga terhadap proses pemulihan activities of daily living pada lansia dengan diagnosis medis CVA di Puskesmas Plosoklaten Kabupaten Kediri (Deskriptif). Seminar Nasional Sains, Kesehatan, dan Pembelajaran, 5, 295–306.

Feigin, V. L., Brainin, M., Norrving, B., Martins, S. O., Pandian, J., Lindsay, P., Grupper,

M. F., & Rautalin, I. (2025). World Stroke Organization: Global stroke fact sheet 2025. International Journal of Stroke, 20(2), 132–144. https://doi.org/10.1177/17474930241308142

Firmansyah, F., Purnomo, K. I., & Sastri, N. L. P. P. (2025). Kepatuhan minum obat antihipertensi dan dampaknya terhadap kualitas hidup lansia: Literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 17452–17460.

Imaduddin, M., Yunita, R., & Sasongko, H. P. (2026). Hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 5(1), 23–36.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mangalik, G., Laurensia, A. R., & Ariestiningsih, A. D. (2023). Diet management with dysphagia condition in stroke patients: A literature review. Amerta Nutrition, 7(3), 468–477. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3.2023.468-477

Mauluddia, N. N. (2026). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pada lansia di Klinik Pratama Rawat Inap Ronggo Husada Malang. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 5(1), 477–488. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v5i1.8019

Pamolango, J. A., Pettalolo, S. R., Toding, S., Nurdiana, N., Imansari, A., & Anggraini,

A. (2023). Case study: Enteral nutrition in stroke patients with nasogastric tube at Undata Hospital. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(Suppl.1), 120–121. https://doi.org/10.25182/jgp.2023.18.supp.1.120-121

Sari, W. I., Putra, F. N., & Puspitasari, I. (2023). Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien stroke berulang. Professional Health Journal, 5(1), 341–348. https://doi.org/10.54832/phj.v5i1.642

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Selin Pratiwi, Dhian Ika Prihananto, Norma Risnasari