Abstract
Industri pengolahan susu menghadapi tantangan untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan proses. Salah satu masalah utama adalah tingginya struktur biaya pada produksi susu cair dalam kemasan botol HDPE dan karton aseptik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan mengidentifikasi hotspot pengeluaran menggunakan pendekatan Life Cycle Cost (LCC), serta merumuskan strategi efisiensi yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui studi kasus pada industri pengolahan susu di Bandung. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan pengukuran terhadap konsumsi material dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan karton aseptik lebih efisien secara biaya dibandingkan botol HDPE, terutama karena volume produksi yang lebih besar dan distribusi biaya tetap yang lebih merata. Dua hotspot biaya utama ditemukan, yaitu konsumsi energi pada proses pasteurisasi dan losses bahan baku pada tahap pengisian dan pengemasan. Penerapan sistem waste heat recovery dan peningkatan efisiensi pengisian diusulkan sebagai strategi perbaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan LCC dapat digunakan sebagai dasar untuk optimalisasi biaya produksi sekaligus mendukung keberlanjutan industri. Studi lanjutan disarankan untuk menggabungkan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) guna menganalisis dampak lingkungan secara lebih komprehensif.
References
BPOM. (2016). Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Carvalho, L. S., Willers, C. D., Soares, B. B., Nogueira, A. R., de Almeida Neto, J. A., & Rodrigues, L. B. (2022). Environmental life cycle assessment of cow milk in a conventional semi-intensive Brazilian production system. Environmental Science and Pollution Research, 29(15), 21259–21274. https://doi.org/10.1007/s11356-021-17317-5
Chen, Q., Lai, X., Gu, H., Tang, X., Gao, F., Han, X., & Zheng, Y. (2022). Investigating carbon footprint and carbon reduction potential using a cradle-to-cradle LCA approach on lithium-ion batteries for electric vehicles in China. Journal of Cleaner Production, 369, 133342. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2022.133342
Degieter, M., Gellynck, X., Goyal, S., Ott, D., & De Steur, H. (2022). Life cycle cost analysis of agri-food products: A systematic review. Science of The Total Environment, 850, 158012. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2022.158012
Dewi, C., & Tjenreng, M. (2025). Pelayanan publik sebagai kunci penanganan stunting di Indonesia. Journal of Management, 8(2), 368–377.
Irawati, Y., Hidayat, N., & Sucipto. (2019). Implikasi manajerial nilai tambah produk susu pasteurisasi, susu sterilisasi & keju mozzarella PT. Greenfields Indonesia terhadap volume produksi. Jurnal Sains Peternakan, 7(1), 1–21.
Jati, D. (2022). Life cycle cost analysis pada aset milik negara (Studi pada Terminal Bus Tipe A Dhaksinarga). Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian, 2(2), 45–54.
Jouhara, H., Khordehgah, N., Almahmoud, S., Delpech, B., Chauhan, A., & Tassou, S. A. (2018). Waste heat recovery technologies and applications. Thermal Science and Engineering Progress, 6, 268–289. https://doi.org/10.1016/j.tsep.2018.04.017
Ohkubo, Y., Uchida, K., Motoshima, H., & Katano, N. (2019). Microbiological safety of UHT milk treated at 120 °C for 2 s, as estimated from the distribution of high-heat-resistant Bacillus cereus in dairy environments. International Dairy Journal, 91, 36–40. https://doi.org/10.1016/j.idairyj.2018.12.011
Thoriq, A., Ciptaningtyas, D., & Pratopo, L. H. (2023). Kelayakan usaha produk agroindustri. Bandung: Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran.
Villalobos, M. C. R., & Martínez, J. G. G. (2018). Economies of scale and minimization of the cost: Evidence from a manufacturing company. Journal of Eastern Europe Research in Business and Economics, 2018, 1–16. https://doi.org/10.5171/2018.128823
Vu, N. H., Huu, D. N., & Tran, H. D. (2021). Flexible pavement life cycle cost analysis by using Monte-Carlo method and the suggestions for developing countries. International Journal of Sustainable Construction Engineering and Technology, 12(3), 34–42. https://doi.org/10.30880/ijscet.2021.12.03.007

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Regina Zahrawani Aurela, Indra Firmansyah, Drupadi Ciptaningtyas, Ira Nurhayati Djarot
