Pengaruh Baby Massage terhadap bonding attachment ibu dan bayi usia 3-12 bulan
PDF

Keywords

baby massage
bonding attachment
bayi
stimulasi dini
ibu

How to Cite

[1]
“Pengaruh Baby Massage terhadap bonding attachment ibu dan bayi usia 3-12 bulan”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 517–522, Oct. 2026, doi: 10.29407/seinkesjar.v6i1.10901.

Abstract

Bonding attachment merupakan ikatan emosional yang terbentuk antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan dan berperan penting dalam perkembangan psikologis, sosial, serta emosional anak. Interaksi yang berkualitas melalui sentuhan, komunikasi, dan kontak mata dapat memperkuat hubungan tersebut. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat meningkatkan interaksi ibu dan bayi adalah baby massage, namun bukti mengenai efektivitasnya terhadap bonding attachment masih terbatas. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh baby massage terhadap bonding attachment ibu dan bayi usia 3–12 bulan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) X Kabupaten Kediri pada Januari–Maret 2026. Sampel berjumlah 30 ibu yang memiliki bayi usia 3–12 bulan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Bonding attachment diukur menggunakan Maternal Postnatal Attachment Scale (MPAS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi baby massage diberikan selama empat minggu dengan frekuensi dua kali setiap minggu. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor bonding attachment meningkat dari 67,43 sebelum intervensi menjadi 81,26 setelah pemberian baby massage. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara baby massage dan peningkatan bonding attachment ibu dan bayi (p=0,000). Baby massage efektif meningkatkan bonding attachment ibu dan bayi usia 3–12 bulan melalui peningkatan kualitas interaksi berupa sentuhan, komunikasi, dan kontak mata. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk stimulasi dini dalam pelayanan kebidanan untuk mendukung perkembangan emosional bayi dan memperkuat hubungan ibu dan anak.

PDF

References

Zahra, N., & Putri, R. (2024). Efektivitas Baby Massage terhadap Kesejahteraan Bayi dan Ibu. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(1), 15–24.

Yuniarti, S. (2023). Hubungan Interaksi Ibu dan Bayi terhadap Kelekatan Emosional. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 32–40.

Widodo, D. (2022). Pengaruh Pijat Bayi terhadap Perkembangan Bayi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 87–94.

Walker, P. (2021). The Importance of Parent-Infant Bonding. Journal of Pediatric Nursing, 56(3), 45–52.

Underdown, A., Barlow, J., Chung, V., & Stewart-Brown, S. (2022). Massage Intervention for Promoting Mental and Physical Health in Infants. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3(2), 1–18.

Soetjiningsih. (2020). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Roesli, U. (2021). Pedoman Pijat Bayi. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Field, T. (2021). Infant Massage Therapy Research Review. Children, 8(5), 1–12.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Aisyah Pradita, Entin Srihadi Yanti