Hubungan <i>Baby Spa</i> Dengan Peningkatan Status Kesehatan Bayi Berdasarkan Riwayat Kunjungan Pelayana Kesehatan
PDF

Keywords

babyspa
status kesehatan bayi
hidroterapi

How to Cite

[1]
“Hubungan Baby Spa Dengan Peningkatan Status Kesehatan Bayi Berdasarkan Riwayat Kunjungan Pelayana Kesehatan”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 204–207, Oct. 2026, doi: 10.29407/2yf0by10.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan baby spa dengan peningkatan status kesehatan bayi berdasarkan riwayat kunjungan pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 bayi usia 3–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara kepada orang tua, dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mengetahui riwayat pelaksanaan baby spa dan kunjungan pelayanan kesehatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebanyak 38 bayi (63,3%) mengikuti baby spa secara rutin dan sebanyak 40 bayi (66,7%) memiliki status kesehatan yang baik. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan antara pelaksanaan baby spa dengan peningkatan status kesehatan bayi berdasarkan riwayat kunjungan pelayanan kesehatan. Baby spa dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi komplementer yang berpotensi mendukung kesehatan dan kesejahteraan bayi secara optimal.

PDF

References

Field, T. (2019). Infant massage research review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 34, 148–154.

Handayani, E., & Putri, A. (2023). Pemanfaatan terapi komplementer pada bayi melalui baby spa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 65–73.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusumawati, R., & Rahmawati, D. (2024). Hubungan stimulasi dini dengan status kesehatan bayi. Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, 9(1), 15–22.

Lestari, P., & Wijayanti, A. (2021). Hubungan pijat bayi dengan kejadian sakit pada bayi usia 0–12 bulan. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 13(2), 120–127.

Prasetyono, D. S. (2017). Buku pintar pijat bayi. Yogyakarta, Indonesia: Diva Press.

Roesli, U. (2018). Pedoman pijat bayi. Jakarta, Indonesia: Trubus Agriwidya.

Sari, N., & Wulandari, D. (2022). Efektivitas baby spa terhadap peningkatan kesejahteraan bayi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 45–52.

World Health Organization. (2020). Improving early childhood development: WHO guidelines. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

Yuniarti, S., & Handayani, R. (2023). Pengaruh baby spa terhadap kualitas tidur dan kesehatan bayi usia 3–12 bulan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 85–92.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Mualifatul Asna, Entin Srihadi Yanti