Analisis dan Desain Sistem Diagnosa Dini Penyakit Tuberculosis Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Daerah Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara

Authors

  • Liana Eka Rianton Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Nisa Miftachurohmah Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Umi Mahdiyah Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/jsqd1m94

Keywords:

Analisis, Desain, Sistem Diagnosa, Tuberkulosis, Forward Chaining, Fuzzy Logic

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis spesialis. Proses diagnosis dini sering kali terkendala oleh keterbatasan sumber daya, waktu tunggu pasien, serta ketidakpastian dalam penilaian gejala klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem pakar diagnosis dini tuberkulosis berbasis komputer dengan mengintegrasikan metode forward chaining dan fuzzy logic. Pendekatan forward chaining digunakan untuk memodelkan proses penalaran medis secara runut berdasarkan fakta gejala, sedangkan fuzzy logic diterapkan untuk merepresentasikan ketidakpastian dan tingkat keparahan gejala yang bersifat linguistik. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan basis pengetahuan, pemodelan aturan inferensi, serta perancangan arsitektur dan antarmuka sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML). Hasil penelitian ini berupa rancangan konseptual sistem pakar yang mencakup struktur data gejala dan penyakit, aturan inferensi, mekanisme penalaran, serta alur interaksi pengguna dan pakar. Rancangan sistem ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem diagnosa dini untuk membantu skrining awal tuberkulosis secara sistematis dan terstruktur, khususnya pada fasilitas layanan kesehatan dengan keterbatasan tenaga ahli.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] E. Rich and K. Knight, Artificial Intelligence, 2nd ed. New York: McGraw-Hill, 1991.

[2] P. Jackson, Introduction to Expert Systems, 3rd ed. Addison-Wesley, 1999.

[3] World Health Organization, “Global Tuberculosis Report,” 2023. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.11688.14084

[4] A. Zumla et al., “Tuberculosis,” The Lancet, vol. 393, no. 10181, pp. 1642–1656, 2019. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(19)30308-3

[5] G. Giarratano and G. Riley, Expert Systems: Principles and Programming, 4th ed. Boston: PWS, 2005.

[6] L. A. Zadeh, “Fuzzy sets,” Information and Control, vol. 8, no. 3, pp. 338–353, 1965. https://doi.org/10.1016/S0019-9958(65)90241-X

[7] T. J. Ross, Fuzzy Logic with Engineering Applications, 4th ed. Wiley, 2021. https://doi.org/10.1002/9781119541523

[8] N. Novianti et al., “Expert system for pulmonary TB diagnosis using fuzzy logic,” Jurnal Informatika, vol. 5, no. 2, 2018.

[9] R. Pressman and B. Maxim, Software Engineering: A Practitioner’s Approach, 9th ed. McGraw-Hill, 2020.

[10] I. Sommerville, Software Engineering, 10th ed. Pearson, 2016.

[11] CDC, “Clinical Overview of Tuberculosis,” 2022. https://doi.org/10.15620/cdc:118213

[12] J. Mendel, Uncertain Rule-Based Fuzzy Systems. Springer, 2017. https://doi.org/10.1007/978-3-319-51370-6

[13] A. Russell and P. Norvig, Artificial Intelligence: A Modern Approach, 4th ed. Pearson, 2021.

[14] H. J. Zimmermann, Fuzzy Set Theory—and Its Applications, 4th ed. Springer, 2001. https://doi.org/10.1007/978-94-010-0646-0

[15] J. Nielsen, Usability Engineering. Morgan Kaufmann, 1994.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Analisis dan Desain Sistem Diagnosa Dini Penyakit Tuberculosis Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Daerah Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. (2026). Seminar Nasional Teknologi & Sains, 5(1), 590-597. https://doi.org/10.29407/jsqd1m94

Similar Articles

11-20 of 342

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)