Tradisi Selamatan Sumur Gede Di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk
Keywords:
Selamatan, Sumur Gede, TanjungtaniAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pemikiran dalam rangka melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang dan sudah dilakukan secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah singkat dan mengetahui tata cara pelaksanaannya dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Metode sejarah mempunyai langkah-langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dalam teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi dengan lokasi di punden Sumur Gede Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Hasil dari penelitian ini bahwa Tradisi Selamatan Sumur Gede yang ada di Desa Tanjungtani selalu dilakukan dalam satu tahun sekali, yaitu tepatnya setiap bulan suro di hari jum’at pahing. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Selamatan Sumur Gede diantaranya gotong royong, saling mengasihi, pengakuan sosial dan juga rasa syukur yang lebih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
References
Geertz, Clifford. 2014. Agama Jawa: Santri Priyayi Abangan dalam Kebudayaan Jawa, Depok: Komunitas Bambu.
Giri, Wahyana MC. 2010. Sajen & Ritual Orang Jawa.Yogyakarta: Narasi.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Rohman, Abdur. 2019. Slametan ( Studi Antropologi Agama dan Budaya Jawa), Ponorogo: Calina Media.
Sudikan, Setyo Yuwono. 2001. Metode Penelitian Sastra Lisan. Surabaya : Citra Wacana.
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunyoto, Agus. 2017. Atlas Wali Songo. Depok: Pustaka IIMaN.
nelitian
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Samsul Ma’arif, Agus Budianto, Yatmin
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.