Abstract
Latar Belakang: Suplemen multivitamin merupakan sebuah produk kesehatan dengan kandungan vitamin dalam bentuk tunggal atau dapat dikombinasikan dengan asam amino, mineral, maupun ekstrak tanaman. Penggunaan sumplemen multivitamin harus tetap rasional dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Perbedaan karakteristik sosiodemografi dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap seseorang. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh faktor sosiodemografi terhadap pengetahuan dan sikap orang tua dalam pemilihan suplemen multivitamin untuk anak di Kecamatan Ngadiluwih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 100 responden penelitian dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner, selanjutnya akan dianalisis tingkat pengetahuan dan sikap, uji G, uji Wald, dan uji koefisien determinasi untuk melihat pengaruh variabel sosiodemografi terhadap pengetahuan dan sikap. Temuan / Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (43%) dan sikap negatif (56%). Uji simultan menggunakan uji statistik G pada sosiodemografi terhadap pengetahuan memperoleh hasil terdapat salah satu variabel sosiodemografi yang mempengaruhi pengetahuan (p = 0.000). Uji statistik G sosiodemografi terhadap sikap menghasilkan tidak ada salah satu variabel sosiodemografi yang mempengaruhi sikap (p = 0,080). Uji Wald menunjukkan variabel sosiodemografi berupa tingkat pendidikan berpengaruh secara parsial terhadap pengetahuan (p = 0,025) dan sikap (p = 0,042). Uji koefisien determinasi menunjukkan variabel sosiodemografi berpengaruh terhadap pengetahuan sebesar 42,1% dan berpengaruh terhadap sikap sebesar 12,6%. Kesimpulan: Faktor sosiodemografi secara simultan dapat mempengaruhi pengetahuan orang tua dalam memilih suplemen multivitamin anak, terutama tingkat pendidikan. Adapun sikap orang tua dalam menggunakan suplemen multivitamin anak tidak secara simultan dipengaruhi oleh faktor sosiodemografi.
References
Abdullah, A., Nurjanah, & Wardhani, Y. K. (2010). KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TEPUNG CANGKANG KIJING LOKAL (Pilsbryoconcha exilis). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 13(1), 48–57.
Abdulmalek, L., & Benkhaial, F. (2018). Knowledge, attitude, and practice of parents regarding Vitamin A supplementation to children in Benghazi, Libya. Ibnosina Journal of Medicine and Biomedical Sciences, 10(05), 174–177. https://doi.org/10.4103/ijmbs.ijmbs_49_18
Abidin, Tasnim, Fatmawati, & La Banudi. (2018). FAKTOR RISIKO WASTING DALAM PENERAPAN FULL DAY SCHOOL PADA ANAK DI PAUD PESANTREN UMMUSABRI KENDARI. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 9(4), 263–268.
Alwi, W., Ermawati, & Husain, S. (2018). ANALISIS REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MEMPREDIKSI KEPUASAN PENGUNJUNG PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENE. JURNAL MSA, 6(1), 20–26.
Ariastuti, R., & Pambudi, R. S. (2021). OPTIMALISASI PERAN KADER PKK DESA RANDUREJO DALAM PENGGUNAAN OBAT DENGAN BAIK MELALUI GERAKAN “DAGUSIBU.” Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas, 7(2), 180–187.
Aryani, I. P., Angelica Kresnamurti, & Yunita Nita. (2022). Hubungan Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Multivitamin pada Pandemi COVID-19 di Kecamatan Driyorejo. Jurnal Farmasi Komunitas, 9(1), 101–109. https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.31935
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2022). BUKU SAKU Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.
Bukan, M., Limbu, R., & Ndoen, E. M. (2020). Gambaran Perilaku Pencarian Pengobatan Penyakit Tuberkulosis (TB) pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Uitao Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 2(3), 8–16. https://doi.org/10.35508/mkm.v2i3.2816
Dinisa, W. U. A., Maharani, N. S., Rifani, A. S., Azifah, L. N., Puteri, R. Z., & Atmadani, R. N. (2023). PENGABDIAN PERAN MULTIVITAMIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PADA PANTI ASUHAN RUMAH HARAPAN MALANG. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 122–127.
Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. (2015). Pedoman Umum Pengendalian Obesitas. https://extranet.who.int/ncdccs/Data/IDN_B11_Buku%20Obesitas-1.pdf
Greenacre, Z. A., Terlemez, L., & Sentürk, S. (2014). Usage as Complementary Correspondence Analysis and Logistic Regression in a Scientific Survey on Self Healing Methods. Open Journal of Statistics, 04(11), 912–920. https://doi.org/10.4236/ojs.2014.411086
Hamner, H., Perrine, C., & Scanlon, K. (2016). Usual Intake of Key Minerals among Children in the Second Year of Life, NHANES 2003–2012. Nutrients, 8(8), 468. https://doi.org/10.3390/nu8080468
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Rasional.
Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51–56. https://doi.org/10.47679/makein.202010
Notoatmodjo, S. (2007). Health promotion and health sciences. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Nugrahaeni, F., & Rachmawati, M. (2022). Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Tentang Obat Pada Siswa SMK Muhammadiyah Susukan Kabupaten Semarang. Journal of Islamic Pharmacy, 6(2), 46–49. https://doi.org/10.18860/jip.v6i2.11053
Nuryati. (2017). Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK): Farmakologi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Pramestutie, H. R., Hariadini, A. L., Ebtavanny, T. G., Illahi, R. K., & Ilmi, S. N. (2021). Managing unused, damaged, and expired medications: Knowledge and attitudes among people of Malang, Indonesia. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 11(9), 102–109. https://doi.org/10.7324/JAPS.2021.110912
Putri, E. T., Wulandari, A., & Illahi, S. A. (2022). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Karyawan Giant Pondok Kopi Pada Penggunaan Multivitamin di Era Pandemi Covid-19. Sainstech Farma, 15(2), 86–92.
Rachmawati, W. C. (2019). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Wineka Media.
Rusu, A., Chereches, M. C., Popa, C., Botezatu, R., Lungu, I.-A., & Moldovan, O.-L. (2022). Community pharmacist’s perspective regarding patient-centred communication in conjunction with pharmaceutical practice: A cross-sectional survey. Saudi Pharmaceutical Journal, 30(9), 1327–1344. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2022.06.014
Schulman, R., & Dean, C. (2006). Solve It with Supplements: The Best Herbal and Nutritional Supplements to Help Prevent and Heal More than 100 Common Health Problems.
Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, Pub. L. No. Permenkes No. 73 Tahun 2016 (2016).
Widayati, A., Suryawati, S., de Crespigny, C., & Hiller, J. E. (2012). Knowledge and beliefs about antibiotics among people in Yogyakarta City Indonesia: a cross sectional population-based survey. Antimicrobial Resistance and Infection Control, 1(1), 38. https://doi.org/10.1186/2047-2994-1-38
Widiyanto, R., Iswandani, D., Tuahuns, F., & Wulandari, M. R. (2023). PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT TERKAIT PENYIMPANAN SUPLEMEN DI WILAYAH KELURAHAN DUREN SAWIT. Jurnal Pengabdian IKIFA, 2(1), 34–41.
Wilson, S., Lydiah, N., & Pachomius, W. (2015). School’s preparedness in information communication Technology integration in teaching and learning in public secondary schools. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 20(2), 90–99.
Yuliati, L., & Munisah. (2022). Penggunaan Suplemen Makanan pada Balita untuk Memenuhi Kebutuhan Mikronutrien. Indonesian Journal of Midwifery Today, 1(2), 39–44.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Puja Nurani, Atrup, Ayuk Lawuningtyas Hariadini, Tamara Gusti Ebtavanny

