Nilai <i>Bed Occupancy Rate</i> Berdasarkan Bangsal Perawatan di RSUD Dr. Soeratno Gemolong
PDF

Keywords

rumah sakit
bangsal perawatan
bed occupancy rate

How to Cite

[1]
“Nilai Bed Occupancy Rate Berdasarkan Bangsal Perawatan di RSUD Dr. Soeratno Gemolong”, Seinkesjar, vol. 6, no. 1, pp. 171–178, Oct. 2026, doi: 10.29407/x0733555.

Abstract

Bed Occupancy Rate (BOR) merupakan indikator efisiensi penggunaan tempat tidur rumah sakit yang menunjukkan persentase pemakaian tempat tidur dalam periode tertentu. Berdasarkan survei pendahuluan di RSUD dr. Soeratno Gemolong, nilai BOR tahun 2024 menunjukkan variasi antarbangsal, dengan nilai tertinggi 87% pada Bangsal Tulip Barat dan terendah 64% pada Bangsal Cempaka. Selain itu, pengolahan data Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) yang bersumber dari Sistem Informasi Manajemen Generic Open Source (SIMGOS) belum didukung Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai BOR berdasarkan bangsal perawatan di RSUD dr. Soeratno Gemolong tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah petugas Analising Reporting dan petugas bangsal perawatan, sedangkan objek penelitian berupa rekapitulasi data SHRI tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara tidak terstruktur, kemudian diolah melalui tahapan pengumpulan data, editing, perhitungan, tabulasi, dan penyajian data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOR tertinggi terdapat pada Bangsal Teratai sebesar 70,35%, sedangkan nilai terendah terdapat pada Bangsal NICU sebesar 21,74%. Hasil tersebut menunjukkan belum seluruh bangsal memenuhi standar ideal BOR menurut Depkes, yaitu 60–85%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan tempat tidur masih bervariasi antarbangsal dan menjadi dasar evaluasi manajemen rumah sakit melalui penyusunan SOP pengolahan SHRI, optimalisasi pemanfaatan tempat tidur, serta pengembangan strategi peningkatan kunjungan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi nilai BOR.

PDF

References

Arumawati, A., Suparti, S., & Widiyanto, W. W. (2022). Analisis efisiensi pelayanan pasien rawat inap di RSU Assalam Gemolong Sragen. Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI), 1(2), 53–60. https://doi.org/10.46808/jhimi.v2i1.30

Athirah, Z., Kholili, U., Maimun, N., Trisna, W. V., & Hasanah, S. (2024). Analisis Bed Occupancy Rate (BOR) sebagai indikator efisiensi pelayanan rawat inap tahun 2018–2020. Jurnal Kesehatan dan Manajemen Rumah Sakit, 3(1).

Dewandaru, R., & Suryanegara, E. (2024). Hubungan lama rawat inap pasien demam berdarah dengue anak dengan hasil pemeriksaan darah tepi di RSU UKI. Jurnal Meditek. https://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/5730

Hosizah, & Maryati, Y. (2018). Sistem informasi kesehatan II: Statistik pelayanan kesehatan. Jakarta.

Lestari, T., & Wahyuni, I. T. (2019). Analisis faktor determinan efisiensi nilai Bed Occupancy Ratio: Fishbone analysis. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), 2(2), 30–37.

Lubis, S. P. S., & Astuti, C. (2018). Analisis efisiensi penggunaan tempat tidur di RSJ Prof. Dr. Ildrem Medan per ruangan berdasarkan indikator rawat inap di triwulan I. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, 3(2), 466–472.

Mardiyoko. (2018). Manajemen rekam medis dan informasi kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Morita, K. M., Merianti, L., Amelia, R., & Fitri, Y. (2023). Lama hari rawat pasien operasi sectio caesarea metode ERACS dan konvensional. Jurnal Keperawatan Medika, 1(2). https://jkem.ppj.unp.ac.id/index.php/jkem/article/view/35

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

Permatasari, Suparti, S., & Novratilova, S. (2022). Analisis faktor-faktor determinan nilai Bed Occupancy Rate (BOR). Jurnal Health Information Management Indonesia (JHIM), 1(2), 61–67.

Prasetyorini, A. (2018). Buku ajar statistik kesehatan bagi administrator rumah sakit. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.

Rahmawati, R., Sari, D., & Wibowo, A. (2024). Analisis pemanfaatan data sensus harian rawat inap untuk evaluasi pelaporan indikator pelayanan rawat inap di rumah sakit. Infokes (Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan), 14(1), 45–52. https://www.ojs.udb.ac.id/infokes/article/view/4775

Rusityanto, E. (2010). Statistik rumah sakit untuk pengambilan keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sirait, F., & Hura, I. A. S. (2024). Tinjauan pemanfaatan data sensus harian rawat inap. SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 3(1), 44–51.

Sudra, R. I. (2010). Statistik rumah sakit dari sensus pasien & grafik Barber Johnson hingga statistik kematian & otopsi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudra, R. I. (2020). Rekam medis. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Surbakti, A. B., & Telaumbanua, S. Y. (2023). Analisis faktor penyebab rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR). INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 2(5), 958–964.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Inka Margareta, Nunik Maya Hastuti, Tunjung Bayu Sinta