Revitalisasi Warisan Budaya: Evolusi dan Dampak Batik Dermo di Kediri

Main Article Content

Defi Fitriyasari
Ivrada Setiya Budi
Yulia Sherly Elicia
Dela Puspita Nuzula
Lintang Ayu Firmaningtyas
Yuana Listyaningtyas
Wira Yudha Adi Pratama
Feny Rahmawati
Erfina Vernandika Valensia
Ferdian Mei Saputra
Ghinareeshma Drana Yuningpra
Milatun Nafisa
Nike Wulandari
Silvia Amanatul Imaniah
Rosha Yunita Tri Marbella
Bisma Ziyad Arafat
Agustin Setyo Ningsih
Tri Subekti Mei Kusumaning Putri
Kenmada Arya Nugraha
Muhammad As’adur Rofiq
Dicky Candra Zulkarnain
Sania Abelia Makdalena
Fran Sisco Toti

Abstract

Batik Dermo Kediri merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai sejarah dan seni. Batik ini berasal dari Kelurahan Dermo di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya nusantara. Hingga tahun 2024, terdapat 13 pengrajin batik di Kelurahan Dermo. Kualitas tinggi dari batik Dermo menarik banyak peminat tidak hanya dari Kediri tetapi juga dari luar daerah. Para pengrajin yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, mengikuti pameran, bazar, dan pelatihan untuk memperkenalkan batik mereka kepada khalayak yang lebih luas. Seiring berjalannya waktu, Batik Dermo Kediri telah mengalami perkembangan signifikan, dari sekadar menjadi busana tradisional hingga menjadi simbol identitas budaya Indonesia yang diakui secara internasional. Para pengrajin terus mengembangkan desain baru yang tetap menghormati nilai-nilai tradisional sambil memadukan unsur-unsur modern. Potensi strategis Kelurahan Dermo memerlukan dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan usaha batiknya. Program pengabdian masyarakat Prodi Manajemen Universitas Nusantara PGRI bertujuan untuk membantu kelompok batik, anggota PKK, dan organisasi pemuda dalam membentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dan mempromosikan batik serta UMKM lainnya di Kelurahan Dermo kepada masyarakat yang lebih luas. Inisiatif ini berhasil menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi masyarakat, merevitalisasi warisan budaya, serta memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, program ini tidak hanya melestarikan seni tradisional tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkaya pengalaman budaya bagi pengunjung, yang menggarisbawahi dampak signifikan dari keterlibatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Revitalisasi Warisan Budaya: Evolusi dan Dampak Batik Dermo di Kediri. (2024). Proceedings of The National Conference on Community Engagement, 1(1), 438-444. https://doi.org/10.29407/tk7da813

References

Dwi Widodo, Teguh et al. 2021. “Pengembangan Desain Batik Dermo Untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Kota Kediri.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dikemas 5(1): 2581–1932.

“PDF.Js Viewer Uwu.Pdf.”

Rahayuningtyas, T E, E Mintorini, and ... 2023. “Peningkatan Manajemen Pemasaran Dan Mutu Pola Motif Batik Dermo Dengan Menggunakan Teknologi Informasi.” Jurnal Nasional … 2(1): 9–14.

Widiatmoko, Sigit et al. 2013. “UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI SEJARAH PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK DI KEDIRI Cittaka Dmas Dan Batik Jumantoro.”

Zulistiani, Z, S Aliami, S Samari, and ... 2022. “Penguatan Identitas Umkm Batik Menuju Kampung Keren Dermo.” Jurnal Abdimas … 3(02): 120–26. https://aks-akk.e-journal.id/JAA/article/view/210%0Ahttps://aks-akk.e-journal.id/JAA/article/download/210/12/3.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.