Analisis Ergonomi Pencahayaan dan Suhu Kerja pada Bagian Sewing Industri Garmen

Authors

  • Aris Syaifuddin Universitas PGRI Madiun Indonesia
  • Aloysius Tommy Hendrawan Universitas PGRI Madiun Indonesia
  • Halwa Annisa Khoiri Universitas PGRI Madiun Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29407/psbes071

Abstract

Industri garmen memerlukan kondisi lingkungan kerja yang sesuai untuk mendukung ketelitian dan kenyamanan pekerja pada proses sewing. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pencahayaan dan suhu kerja pada bagian sewing di CV. Inti Karya Sejahtera Kabupaten Madiun serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar ergonomi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan objek penelitian sebanyak 60 stasiun kerja operator sewing. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan lux meter dan thermo hygrometer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pencahayaan sebesar 123,8 lux dan suhu kerja sebesar 37,5°C. Kedua parameter tersebut belum memenuhi standar ergonomi yang direkomendasikan untuk pekerjaan menjahit. Kondisi ini berpotensi menurunkan kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas pekerja. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem pencahayaan dan ventilasi guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan ergonomis.

Keywords:

Ergonomi Lingkungan, Pencahayaan, Produktivitas Kerja, Sewing, Suhu Kerja

##plugins.themes.default.displayStats.downloads##

##plugins.themes.default.displayStats.noStats##

References

[1] E. W. Wijayati and A. Nurfitria, "Studi Ergonomi Terhadap Tingkat Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan Lingkungan Kerja di PR. Alaina," vol. 4, no. 2, pp. 49-55, 2025[cite: 18].

[2] G. Lee, S. Lee, S. Lee, and J. Jeong, "A Comparative Field Study of Indoor Environment Quality and Work Productivity between Job Types in a Research Institute in Korea," 2022[cite: 18].

[3] Z. D. Pratikto, E. Setyawat, and D. Thaib, "Analisis Hubungan Intensitas Pencahayaan Dan Kelelahan Mata Terhadap Produktivitas Kerja Pada Pekerja Konveksi Tahun 2022," vol. 7, no. 11, 2023[cite: 18].

[4] Y. Fang, C. Liu, C. Zhao, H. Zhang, and W. Wang, "A Study of the Effects of Different Indoor Lighting Environments on Computer Work Fatigue," 2022[cite: 18].

[5] S. Kawakubo, M. Sugiuchi, and S. Arata, "Office thermal environment that maximizes workers thermal comfort and productivity," Build. Environ., vol. 233, p. 110092, Feb. 2023, doi: 10.1016/j.buildenv.2023.110092[cite: 18].

[6] M. N. W. Hidayah, G. M. Munandar, Sawiji, and I. S. Maarif, "Analisis Ergonomi Lingkungan Kerja pada UMKM Sablon," vol. 4, no. 3, pp. 969-975, 2025[cite: 18].

[7] J. Lee, D. Kim, S. Lee, and J. Jeong, "Indoor Environmental Quality Survey in Research Institute: A Floor-by-Floor Analysis," pp. 1-17, 2021[cite: 18].

[8] G. A. Najjar and K. Akkad, "Classification of Lighting Design Aspects in Relation to Employees Productivity in Saudi Arabia," pp. 1-14, 2023[cite: 18].

[9] Y. Zhang et al., "The use of machine and deep learning to model the relationship between discomfort temperature and labor productivity loss among petrochemical workers," 2024[cite: 18].

[10] Kemenkes, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri, 2016[cite: 18].

[11] R. Kr, E. Lumnitzer, L. Džu, and A. Yehorova, "Analysis of the Impact of Working Environment Factors on Employee's Health and Wellbeing; Workplace Lighting Design Evaluation and Improvement," 2021[cite: 18].

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Analisis Ergonomi Pencahayaan dan Suhu Kerja pada Bagian Sewing Industri Garmen. (2026). Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi), 10(1), 982-990. https://doi.org/10.29407/psbes071