Perbandingan Model EfficientNetV2B0 dan ResNet50 untuk Klasifikasi Citra Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Authors

  • Farhan Kumara Abdiel Universitas Nusantara PGRI Kediri Indonesia
  • Ratih Kumalasari Niswatin Universitas Nusantara PGRI Kediri Indonesia
  • Danar Putra Pamungkas Universitas Nusantara PGRI Kediri Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29407/817cfc93

Abstract

Abstrak—Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular pada hewan ternak yang berdampak besar terhadap perekonomian peternak. Deteksi dini berbasis citra digital menggunakan deep learning menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk mendukung identifikasi PMK secara cepat dan efisien. Penelitian ini membandingkan dua arsitektur Convolutional Neural Network (CNN), yaitu EfficientNetV2B0 dan ResNet50, dalam mengklasifikasikan citra sapi ke dalam empat kelas: Kuku_PMK, Kuku_Sehat, Mulut_PMK, dan Mulut_Sehat. Dataset berjumlah 406 citra asli yang kemudian diperbesar menjadi 2.400 citra melalui augmentasi offline, dengan pembagian 80:20 untuk data latih dan validasi. Kedua model dilatih menggunakan transfer learning dua fase dengan optimizer Adam dan teknik fine-tuning. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ResNet50 mencapai akurasi 92,50% dan F1-score makro 0,93, sedangkan EfficientNetV2B0 menghasilkan akurasi 91,25% dengan F1-score makro 0,92. Meskipun ResNet50 unggul secara akurasi, EfficientNetV2B0 lebih efisien dari sisi jumlah parameter, menjadikannya kandidat potensial untuk implementasi pada perangkat dengan sumber daya terbatas.

Keywords:

Klasifikasi Citra, CNN, EfficientNetV2B0, Penyakit Mulut dan Kuku, ResNet50

##plugins.themes.default.displayStats.downloads##

##plugins.themes.default.displayStats.noStats##

References

[1] R. Prasetya, E. Sudarsono, D. Peternakan, K. Hewan, and K. Lamongan, “Kajian

Epidemiologi Kejadian Diduga Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Lamongan

Epidemiological Study of Suspected Occurrence of Foot and Mouth Disease in Lamongan

Regency.” doi: https://doi.org/10.20473/jbmv.v11i1.37197.

[2] S. Alexandersen, Z. Zhang, A. I. Donaldson, and A. J. M. Garland, “The Pathogenesis and

Diagnosis of Foot-and-Mouth Disease,” J. Comp. Pathol., vol. 129, no. 1, pp. 1–36, Jul.

2003, doi: 10.1016/S0021-9975(03)00041-0.

[3] M. J. Grubman and B. Baxt, “Foot-and-Mouth Disease,” Apr. 2004. doi:

10.1128/CMR.17.2.465-493.2004.

[4] I. Dittrich, M. Gertz, B. Maassen-Francke, K. H. Krudewig, W. Junge, and J. Krieter,

“Combining multivariate cumulative sum control charts with principal component

analysis and partial least squares model to detect sickness behaviour in dairy cattle,”

Comput. Electron. Agric., vol. 186, p. 106209, Jul. 2021, doi:

10.1016/J.COMPAG.2021.106209.

[5] M. Tan and Q. V Le, “EfficientNetV2: Smaller Models and Faster Training,” Jul. 01, 2021,

PMLR. Accessed: Dec. 10, 2025. [Online]. Available:

https://proceedings.mlr.press/v139/tan21a.html

[6] K. He, X. Zhang, S. Ren, and J. Sun, “Deep Residual Learning for Image Recognition,”

Dec. 2015, doi: https://doi.org/10.48550/arXiv.1512.03385.

[7] C. Shorten and T. M. Khoshgoftaar, “A survey on Image Data Augmentation for Deep

Learning,” J. Big Data, vol. 6, no. 1, Dec. 2019, doi: 10.1186/s40537-019-0197-0.

[8] D. P. Kingma and J. Ba, “Adam: A Method for Stochastic Optimization,” Jan. 2017, doi:

10.48550/arXiv.1412.6980.

[9] A. Faturohman, D. Anggreani, and R. Yusliana Bakt, “Model Deep Learning Berbasis

Convolutional Neural Network Untuk Identifikasi Stroke Iskemik Pada Citra CT Scan,”

Jurnal Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence), vol. 5, no. 2, pp.

290–297, Aug. 2025, doi: 10.55382/jurnalpustakaai.v5i2.1150.

[10] A. Krizhevsky, I. Sutskever, and G. E. Hinton, “ImageNet classification with deep

convolutional neural networks,” Commun. ACM, vol. 60, no. 6, pp. 84–90, Jun. 2017, doi:

10.1145/3065386.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Perbandingan Model EfficientNetV2B0 dan ResNet50 untuk Klasifikasi Citra Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi. (2026). Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi), 10(3), 2552-2558. https://doi.org/10.29407/817cfc93