Abstract
Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami gangguan emosi dan perilaku yang sulit dikenali oleh orang tua maupun guru, sehingga penanganan yang tepat sering terlambat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis metode forward chaining untuk mendiagnosa gangguan emosi dan perilaku pada ABK. Sistem dirancang untuk membantu orang tua dan guru mengenali gejala serta memberikan saran penanganan awal. Basis pengetahuan sistem diperoleh dari psikolog dan guru bimbingan konseling, lalu diuji pada 15 anak di SLB Krida Utama 1 Tanjunganom. Proses diagnosa dimulai dengan user memasukkan gejala yang sesuai dialami oleh anak. Gejala tersebut akan diproses dengan menggunakan metode forward chaining. Setelah berhasil diproses, sistem akan menampilkan hasil dan juga saran penanganannya. Hasil uji menunjukkan akurasi diagnosis sistem mencapai 100% dan sistem dinilai mudah digunakan serta bermanfaat oleh pengguna. Sistem pakar ini terbukti mampu memberikan diagnosis awal secara tepat berdasarkan input gejala dan berpotensi digunakan sebagai alat bantu identifikasi gangguan emosi dan perilaku secara praktis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung proses pendidikan dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus secara lebih efektif.
References
[1] R. D. G, P. Z. K, and Fitri Mardi, “DAN KLASIFIKASI ABK Dara Gebrina Rezieka , Khamim Zarkasih Putro , Mardi Fitri,” Fak. Ilmu Tarb. dan Kegur. Univ. Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pp. 40–53.
[2] N. L. G. K. Widiastuti, “Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Gangguan Emosi dan Perilaku,” Indones. J. Educ. Res. Rev., vol. 3, no. 2, p. 1, 2020, doi: 10.23887/ijerr.v3i2.25067.
[3] M. R. Alamsyah and H. Kurniawan, Sistem Pakar Menggunakan Metode Certainty Factor untuk. 2021.
[4] A. Supiandi, D. B. Chandradimuka, S. Nusa, and M. Sukabumi, “Sistem Pakar Diagnosa Depresi Mahasiswa Akhir Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Mobile,” J. Inform., vol. 5, no. 1, pp. 102–111, 2018.
[1] R. D. G, P. Z. K, and Fitri Mardi, “DAN KLASIFIKASI ABK Dara Gebrina Rezieka , Khamim Zarkasih Putro , Mardi Fitri,” Fak. Ilmu Tarb. dan Kegur. Univ. Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pp. 40–53.
[2] N. L. G. K. Widiastuti, “Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Gangguan Emosi dan Perilaku,” Indones. J. Educ. Res. Rev., vol. 3, no. 2, p. 1, 2020, doi: 10.23887/ijerr.v3i2.25067.
[3] M. R. Alamsyah and H. Kurniawan, Sistem Pakar Menggunakan Metode Certainty Factor untuk. 2021.
[4] A. Supiandi, D. B. Chandradimuka, S. Nusa, and M. Sukabumi, “Sistem Pakar Diagnosa Depresi Mahasiswa Akhir Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Mobile,” J. Inform., vol. 5, no. 1, pp. 102–111, 2018.
[5] R. Rachman and D. A. Ahmad, “166~175 Naskah diterima 30 Mei 2023,” J. RESPONSIF, vol. 5, no. 2, 2023, [Online]. Available: https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/jti
[6] B. Hendrik, “Penggunaan Metode Systematic Literatur Review Untuk Menganalisis Artikel Sistem Pakar Metode Forward Chaining,” vol. 1, no. 2, pp. 1–5, 2023.
[7] R. Larasaty and P. T. Prasetyaningrum, “Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Kecemasan Pada Difabel Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Web,” vol. 5, no. 3, pp. 138–154, 2024.
[8] J. Informasi, S. Sapriadi, A. E. Syaputra, Y. S. Eirlangga, K. H. Manurung, and N. Hayati, “Sistem Pakar Diagnosa Gaya Belajar Mahasiswa Menggunakan Metode Forward Chaining,” vol. 5, no. 3, pp. 5–10, 2023, doi: 10.60083/jidt.v5i3.381.
[9] R. Rachman, “Penerapan Sistem Pakar Untuk Diagnosa Autis Dengan Metode Forward Chaining,” J. Inform., vol. 6, no. 2, pp. 218–225, 2019, doi: 10.31311/ji.v6i2.5522.
[10] I. Istiqomah, “Parameter Psikometri Alat Ukur Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ),” Psympathic J. Ilm. Psikol., vol. 4, no. 2, pp. 251–264, 2017, doi: 10.15575/psy.v4i2.1756.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Mahesa Difa Ramadhan, Risky Aswi Ramadhani, Ratih Kumalasari Niswatin, Vivi Ratnawati
