Pengujian Kegunaan Aplikasi APOA Menggunakan System Usability Scale untuk Mendukung Revolusi Industri 4.0
PDF

Keywords

apoa
pengujian kegunaan
system usability scale
website

How to Cite

Destiyarto, A. ., Kusumawardani, S. S. ., & Ferdiana, R. . (2021). Pengujian Kegunaan Aplikasi APOA Menggunakan System Usability Scale untuk Mendukung Revolusi Industri 4.0. Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi), 3(1), 075–080. Retrieved from https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/inotek/article/view/516

Abstract

Revolusi Industri 4.0 mengubah pola kebutuhan pengguna terhadap aplikasi. Penerapan teknologi informasi  dalam kegiatan  keimigrasian  merupakan  hal  yang  tidak  dapat  dihindarkan  untuk  menjaga  kedaulatan negara.  Peningkatan  sektor  pariwisata  dan  perdagangan  internasional  telah  membuat  pengamanan  orang  asing menjadi lebih kompleks. Keamanan pada wilayah Indonesia menghadapi lebih banyak unsur kriminal, penyeberangan ilegal, identitas dan dokumen palsu, atau penyelundupan. Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA) dibangun untuk memantau lalu lintas orang asing serta keberadaan dan kegiatannya di wilayah Indonesia. Keberadaan orang asing dapat dilaporkan dalam waktu 1x24 jam sejak orang asing tersebut mulai menginap.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kegunaan dari aplikasi berbasis web yang telah diimplementasikan. Fokus survei penelitian ini adalah pengujian kegunaan aplikasi APOA yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Pengujian kegunaan dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden, yang diproses menggunakan System Usability Score (SUS). Rata-rata skor SUS adalah 58,18 menunjukkan bahwa aplikasi APOA berada pada posisi marginal rendah. Ini berarti bahwa aplikasi belum dapat digunakan dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut, namun masih diperlukan untuk responden sebagai sarana pelaporan orang asing. Skor SUS tertinggi adalah 77,5 berarti dapat digunakan dan yang terendah adalah 45,0 yang berarti tidak dapat digunakan.

PDF

References

R. A. Purnama. 2009. Analisa Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Website Pemerintahan. Universitas Gadjah Mada.

R. Al-Soud and K. Nakata. 2010. Evaluating e- government websites in Jordan: Accessibility, usability, transparency and responsiveness in Plastics. Progress in Informatics and Computing (PIC), vol. 2, pp. 761–765, 2010 IEEE International Conference

A. Sivaji, A. Abdullah, and A. G. Downe. 2010. Usability testing methodology: Effectiveness of heuristic evaluation in E-government website development, in Modelling Symposium (AMS), pp. 68–72, Fifth Asia.

Organization, I.S. 2010. Ergonomics of human-system interaction — Part 11: Usability: Definitions and concepts, https://www.iso.org/obp/ui/#iso:std:iso:9241:-

:ed- 2:v1:en:ed1:v1 diakses pada tanggal 10 Januari 2019.

Nielsen, J.2012. Usability 101: Introduction to Usability, Nielsen Norman Group, https://www.nngroup.com/articles/usability-101- introduction-to-usability/ diakses pada tanggal 10 Januari 2019.

D. Stone, C. Jarrett, M. Woodroffe, and S. Minocha. 2005. User interface design and evaluation. Elsevier.

G. W. Tan and K. K. Wei. 2006. An empirical study of Web browsing behaviour: Towards an effective Website design, Electron. Commer. Res. Appl., vol. 5, no. 4, pp.

–271

Marcus, A. 2002. Return on investment for usable user- interface design: Examples and statistics, User Exp. Mag., vol. 1, no. 3, pp. 25–31

R. W. Bailey, C. Barnum, J. Bosley, B. Chaparro, J. Dumas, M. Y. Ivory, B. John, H. Miller-Jacobs, and S. J. Koyani. 2006. Research-based web design & usability guidelines, Washington, DC US Dept. Heal. Hum. Serv.

Presiden Republik Indonesia. 2003. Instruksi Presiden Tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Indonesia

A. Garcia. 2013. UX Research| Standardized Usability Questionnaire.

J. Brooke. 1996 SUS-A quick and dirty usability scale, Usability Eval. Ind., vol. 189, no. 194, pp. 4–7.

B. D. Harper and K. L. Norman. 1993. Improving user satisfaction: The questionnaire for user interaction satisfaction version 5.5, in Proceedings of the 1st Annual Mid-Atlantic Human Factors Conference, 1993, pp. 224–228

S. Hybels and R. L. Weafer. Pandangan terhadap Komunikasi. no. 3.

T. S. Tullis and J. N. Stetson. 2004. A comparison of questionnaires for assessing website usability,” in Usability professional association conference, vol. 1.

Brooke, J. 2013. SUS: a retrospective, J. usability Stud., vol. 8, no. 2, pp. 29–40, 2013.

A. Bangor, P. Kortum, and J. Miller. 2009. Determining what individual SUS scores mean: Adding an adjective rating scale, J. usability Stud., vol. 4, no. 3, pp. 114–

Alroobaea, Roobaea and P. Mayhew. 2014. How Many Participants Are Really Enough for Usability Studies ?. Science and Information Conference, August 2014

J. Sauro, J. 2010. Does better usability increase customer loyalty, net Promot. score Syst. usability scale.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2020 Anggi Destiyarto, Sri Suning Kusumawardani, Ridi Ferdiana

Downloads

Download data is not yet available.