Sistem IoT Pemantauan Ketinggian Air Sungai Berbasis Arduino dan Bot Telegram

Authors

  • Muhammad Asla Labiib Badaly Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • M Afiv Hidayatulloh Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Julianto Aji Milanesta Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/7nphw358

Keywords:

Arduino, Internet of Things, Ketinggian Air, Telegram, Banjir

Abstract

Banjir adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Salah satu alasan mengapa banjir sering terjadi adalah fakta bahwa informasi tentang kenaikan ketinggian air sungai belum dikumpulkan dengan cepat karena proses pengawasan masih dilakukan secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat prototipe sistem pemantauan ketinggian air sungai berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan mikrokontroler Arduino dan sensor ultrasonik. Sensor dipasang di atas air untuk mengukur jarak ke permukaan secara berkala dengan tingkat galat pembacaan yang kecil, yaitu sekitar 0,3 hingga 0,4 meter dari hasil pengujian. Arduino mengolah data jarak berdasarkan ambang batas tertentu dan menunjukkan status aman atau bahaya sesuai perubahan ketinggian air, Pada jarak manual 7 meter, 6 meter, dan 4 meter, sistem menunjukkan status aman karena jarak masih berada di atas ambang batas yang ditentukan. termasuk ketika jarak turun hingga 1 meter dan 7 meter yang terbaca sebagai kondisi bahaya. Selain itu, data dikirim ke komputer melalui komunikasi serial untuk disimpan dalam bentuk dataset; kemudian, ketika ketinggian air mendekati sensor, pesan peringatan dikirim ke aplikasi Telegram melalui bot. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat memantau ketinggian air secara real-time dengan akurasi sensor yang stabil dan secara otomatis mengirimkan notifikasi peringatan. Ini dapat membantu masyarakat dan pemangku kepentingan mengantisipasi banjir lebih awal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Kurniadi, “Future projections of extreme rainfall events in Indonesia,” no. June 2023, pp. 160–182, 2024, doi: 10.1002/joc.8321.

[2] B. A. Adnan, “Tropical forest conservation efforts as climate change mitigation in Indonesia : A Review,” vol. 1, no. 2, pp. 80–89, 2023.

[3] N. V. Tamara, J. T. Informatika, and F. Teknik, “Sistem Ketinggian Air dan Pendeteksi Dini Banjir menggunakan Wemos D1 Mini Berbasis Esp8266 dengan Notifikasi Telegram dan Whatsapp,” vol. 15, no. 1, pp. 39–46, 2024.

[4] M. Charir, A. Ghifari, M. R. Z. Abidin, and U. Y. Pasuruan, “SISTEM MONITORING TINGGI AIR SUNGAI DAN MENGANTISIPASI BANJIR,” vol. 6, no. 2, 2025.

[5] A. W. Tiyas, D. Erwanto, I. Yanuartanti, T. Elektro, F. Teknik, and U. I. Kadiri, “Peningkatan Akurasi Sensor Suhu dan Kelembaban DHT11 dengan Kalibrasi Suhu Berbasis IoT pada Platform Thingspeak Improved Accuracy of DHT11 Temperature and Humidity Sensor with IoT-Based Temperature Calibration on the Thingspeak Platform,” vol. 5, no. 3, pp. 625–633, 2025.

[6] J. Informatika, Z. M. Arrasyidy, A. Hallim, and A. Rahim, “Perancangan Sistem Deteksi Banjir Berbasis IoT Untuk Peringatan Dini dengan Sistem Integrasi Web”.

[7] H. S. Jurnal, Y. Ratmini, V. Atina, and E. Purwanto, “Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Sistem monitoring dan peringatan dini banjir berbasis Internet of Things ( IoT ),” vol. 19, pp. 1–8, 2025.

[8] D. Fernanda and A. A. Syukron, “Implementasi Sensor Ultrasonic Untuk Pemantauan Debit Sungai Serayu Sebagai Antisipasi Banjir Berbasis Arduino JURNAL MEDIA INFORMATIKA [ JUMIN ],” vol. 6, no. 3, pp. 1920–1929, 2025.

[9] E. Flood, W. System, I. N. Loireng, and S. District, “No Title,” vol. 8, no. 2022, pp. 1303–1313, 2025.

[10] S. Kasus et al., “Analisis Kebutuhan dan Perancangan Sistem Informasi Seleksi Perangkat Desa pemerintahan desa yang baik . Sayangnya , pendekatan manual yang masih banyak digunakan Analisis Kebutuhan Sistem lunak yang bertujuan untuk mengenali dan memahami kebutuhan pengguna akhir . Seperti Model Waterfall dalam Pengembangan Sistem Model Waterfall adalah metode pengembangan sistem yang berurutan dan sistematis , di mana setiap tahapan harus diselesaikan sebelum melangkah ke tahap,” 2025.

[11] M. E. Ortiz et al., “Development of Low-Cost IoT System for Monitoring Piezometric Level and Temperature of Groundwater,” pp. 1–16, 2023.

[12] S. D. Brito, G. J. Azinheira, J. F. Semião, N. M. Sousa, and S. P. Litrán, “Non-Intrusive Low-Cost IoT-Based Hardware System for Sustainable Predictive Maintenance of Industrial Pump Systems,” pp. 1–34, 2025.

[13] V. Issue, S. Aprilisa, and R. Aulia, “JUTIN : Jurnal Teknik Industri Terintegrasi Penerapan Metode Prototype dalam Pengembangan Sistem Informasi Inventory Barang Berbasis Web,” vol. 7, no. 1, pp. 333–340, 2024.

[14] E. S. Rahman, N. Almunawati, Y. Tjandi, A. M. Mappalotteng, and A. Imran, “DESIGN , IMPLEMENTATION , AND EVALUATION OF AN ELECTRICAL ENERGY CONSUMPTION,” vol. 2, no. 2, pp. 92–98, 2025.

[15] G. W. Marshal and R. Soelistijadi, “ChatBot SPBU 44 . 501 . 01 Menggunakan Telegram Bot API Dengan Metode Long-Polling,” vol. 17, no. 2, pp. 125–132, 2023.

[16] M. K. Rosidin, S. Ilman, A. Farhan, C. A. Pradhana, C. Irawan, and B. Dharmawan, “Rancang Bangun Alat Pendeteksi Ketinggian Air Banjir Berbasis Arduino Uno,” vol. 4, no. 1, pp. 51–57, 2023.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Sistem IoT Pemantauan Ketinggian Air Sungai Berbasis Arduino dan Bot Telegram. (2026). Seminar Nasional Teknologi & Sains, 5(1), 799-807. https://doi.org/10.29407/7nphw358

Similar Articles

31-37 of 37

You may also start an advanced similarity search for this article.