Klasifikasi Penyakit Jantung Menggunakan Random Forest

Authors

  • Alip Alip Agil Saputra Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Fajar Ardilah Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/dxbyba25

Keywords:

Klasifikasi, Penyakit Jantung, Random Forest, Machine Learning, Data Klinis, Streamlit

Abstract

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia sehingga diperlukan metode deteksi dini yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan risiko penyakit jantung menggunakan algoritma Random Forest berdasarkan data klinis pasien. Dataset yang digunakan adalah Heart Failure Clinical Records Dataset yang berisi atribut medis seperti usia, tekanan darah, fraksi ejeksi, kadar serum kreatinin, serta riwayat penyakit penyerta. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, praprosessing data, pembagian data menjadi data latih dan data uji, pelatihan model Random Forest, evaluasi model, serta implementasi sistem dalam bentuk aplikasi berbasis web menggunakan Streamlit. Proses praprosessing dilakukan untuk meningkatkan kualitas data melalui penanganan nilai hilang, pembersihan data, encoding variabel kategorikal, normalisasi, dan balancing dataset. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Random Forest memiliki performa yang baik dengan nilai accuracy, precision, recall, dan F1-score yang seimbang, serta mampu meminimalkan kesalahan false negative yang sangat penting dalam konteks kesehatan. Implementasi model ke dalam aplikasi Streamlit memungkinkan pengguna melakukan prediksi risiko penyakit jantung secara interaktif dan real-time. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Random Forest efektif dan layak digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dalam deteksi dini penyakit jantung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

C. The and O. N. E. Killer, “WORLD HEART REPORT 2023 CONFRONTING THE WORLD ’ S NUMBER,” 2023.

[2] D. Saavedra, B. Garcia, and A. Lage, “T Cell Subpopulations in Healthy elderly and Lung Cancer Patients : insights from Cuban Studies,” vol. 8, no. February, pp. 1–6, 2017, doi: 10.3389/fimmu.2017.00146.

[3] L. Breiman, “No Title,” pp. 1–33, 2001.

[4] S. Mohan, C. Thirumalai, and G. Srivastava, “Effective Heart Disease Prediction Using Hybrid Machine Learning Techniques,” IEEE Access, vol. 7, pp. 81542–81554, 2019, doi: 10.1109/ACCESS.2019.2923707.

[5] P. A. Newman-casey, J. Musser, L. M. Niziol, K. Shedden, and D. Burke, “Designing and validating a low-cost real time locating system to continuously assess patient wait times,” J. Biomed. Inform., vol. 106, no. April, p. 103428, 2020, doi: 10.1016/j.jbi.2020.103428.

[6] I. Kavakiotis, O. Tsave, A. Salifoglou, N. Maglaveras, I. Vlahavas, and I. Chouvarda, “Machine Learning and Data Mining Methods in Diabetes Research,” Comput. Struct. Biotechnol. J., vol. 15, pp. 104–116, 2017, doi: 10.1016/j.csbj.2016.12.005.

[7] P. A. Newman-casey, J. Musser, L. M. Niziol, K. Shedden, and D. Burke, “Designing and validating a low-cost real time locating system to continuously assess patient wait times,” J. Biomed. Inform., vol. 106, no. October 2019, p. 103428, 2020, doi: 10.1016/j.jbi.2020.103428.

[8] N. G. Ramadhan and A. Romadhony, “Preprocessing Handling to Enhance Detection of Type 2 Diabetes Mellitus based on Random Forest,” vol. 12, no. 7, pp. 223–228, 2021.

[9] A. Liaw, M. Wiener, and M. A. Liaw, “Package ‘ randomForest ,’” 2025, doi: 10.1023/A.

[10] “EVALUATION : FROM PRECISION , RECALL AND F-MEASURE TO ROC , INFORMEDNESS , MARKEDNESS & CORRELATION,” pp. 37–63.

[11] M. Arief et al., “IMPLEMENTASI SISTEM DETEKSI SERANGAN SLOWLORIS PADA ARSITEKTUR JARINGAN SOFTWARE-DEFINED NETWORK,” vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2017.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Klasifikasi Penyakit Jantung Menggunakan Random Forest. (2026). Seminar Nasional Teknologi & Sains, 5(1), 872-879. https://doi.org/10.29407/dxbyba25

Similar Articles

21-30 of 290

You may also start an advanced similarity search for this article.