Digitalisasi Pemetaan Makam Ngadisimo Berbasis Teknologi Informasi di Kelurahan Ngadirejo
Main Article Content
Abstract
Pengelolaan makam di Kelurahan Ngadirejo, khususnya Makam Ngadisimo, selama ini menghadapi kendala administratif akibat sistem pendataan yang bersifat acak dan tidak terdokumentasi secara formal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan digitalisasi sistem informasi makam guna meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Metode pengabdian yang digunakan adalah model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa rekonstruksi data dari sistem acak menjadi basis data digital telah berhasil memetakan blok makam secara akurat dan menyediakan akses informasi mandiri bagi ahli waris. Implementasi sistem ini terbukti mampu meminimalkan risiko tumpang tindih lahan dan memangkas hambatan birokrasi dalam pencarian lokasi nisan. Kesimpulannya, digitalisasi Makam Ngadisimo telah menciptakan tata kelola administrasi kelurahan yang lebih modern, akuntabel, dan transparan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
How to Cite
References
Hasibuan, A., & Purba, D. D. (2019). Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Publik di Era Digital. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 145–158.
Indrajit, R. E. (2016). Konsep Strategi E-Government. Preneurhall.
Mulyani, S. (2016). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Abdi Sistematika.
Pramuditya, A., & Rahmawati, S. (2021). Transformasi Digital Tata Kelola Pemakaman Umum di Wilayah Perkotaan. Jurnal Tata Kota Dan Daerah, 13(1), 22–30.
Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2020). Software Engineering: A Practitioner’s Approach (9th ed.). McGraw-Hill Education.
Satzinger, J. W., Jackson, R. B., & Burd, S. D. (2016). Systems Analysis and Design in a Changing World (7th ed.). Cengage Learning.
Sekretariat Negara. (2018). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Singh, J., & Ordoñez, I. (2016). Resource recovery from post-consumer waste: The case of used beverage cartons in India. Resources, Conservation and Recycling, 109, 15–24.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.