Pengaruh Sumber Karbon dan Waktu Inkubasi Produksi Agen Biobleaching oleh Bacillus subtilis
PDF

Keywords

Karbon
Inkubasi
Biobleaching
Bacillus subtilis

How to Cite

Dwi Kameluh Agustina, Devita Sulistiana, & Dian Puspita Anggraini. (2018). Pengaruh Sumber Karbon dan Waktu Inkubasi Produksi Agen Biobleaching oleh Bacillus subtilis. Hayati, 6(ISBN 978-602-61371-2-8). Retrieved from https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/hayati/article/view/319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk produksi  agen biobleaching berupa enzim hasil produksi Bacillus subtilis dengan memberi perlakuan variasi penambahan sumber karbon dan lama waktu inkubasi. Sumber karbon yang digunakan sukrosa, dengan variasi perlakuan (5; 10; 15; 20; dan 25 % (b/v)). Pengamatan waktu inkubasi pada 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26 dan 28 dalam satuan jam. Aktivitas enzim tertinggi 7,517 (U/mL), pada perlakuan variasi sukrosa 15% (b/v), sedangkan pada waktu inkubasi 24 jam didapatkan densitas optic optimum pertumbuhan Bacillus subtillis yaitu 0,069 (nm).

PDF

References

Adnyana, GABS, Gunam, IBW, & Anggreni A. A. MD.. Penentuan Suhu dan Sumber Karbon Terbaik pada Pertumbuhan Isolat SBJ8 dalam Iodesulfurisasi Dibenzotiofena. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri. 4 (4), 43 – 48.

Bertolin, T.E., W. Schmidell, A.E.Maiorano, J.Casara & J.A.V.Costa. 2003. Influence of Carbon, Nitrogen and Phosphorous Sources on Glucoamylase Production by Aspergillus Awamori in Solid State Fermentation. Z. Naturforsch. 58, 708--712.

Brooks GF, Janet SB, Stephen AM. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Diterjemahkan oleh Dripa Sjabana. Jakarta: Salemba Medika.

Earl AM, Losick R, & Kolter, R. 2008. Ecology and genomics of Bacillus subtilis. Trends in Microbiology, 16 (6), 269-275.

Efendi Y, Yusra & Efendi VO. 2017. Optimasi Potensi Bakteri Bacillus subtilis Sebagai Sumber Enzim Protease. Jurnal Akuatika Indonesia. 2 (1), 87-94.

Fardiaz S. 1992. Analisis Mikrobiologi Pangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Gandarillas C, Soto R, Vargas VA. 2012. Xylanase productionusing barley straw by Bacillus sp. LB-4 isolated from lagunaBlanca, Potosi-Bolivia. Rev Boliv Quim. 29 (1), 63-70.

Gupta, S., Bhushan, B., & Hoondal, G. S. 2000. Isolation, Purification and Characterization of Xylanase from Staphylococcus sp. SG-13 and its Application in Biobleaching of Kraft Pulp. Journal of Applied Microbiology, 88, 325–334.

Reiny, S.S. 2012. Potensi Lactobacillus Acidophilus ATCC 4796 Sebagai Biopreservatif Pada Rebusan Daging Ikan Tongkol. Jurnal IJAS, 2 (2) , 604–613.

Richana, N. 2002. Produksi dan Prospek Enzim Xilanase dalam Pengembangan Bioindustri di Indonesia. Buletin AgroBio, 5 (1), 29-36.

Sutarma. 2000. Kultur Media Bakteri. Temu Teknis Fungsional non Peneliti.

Willey JM, Sherwood LM, Woolverton CJ. 2011. Prescott’s Microbiology 8th Ed. New York: McGraw-Hill Education.